Selasa , 25 Juli 2017
Home / Kabar Sekolah / Dua Karya Siswa SMA BOPKRI 1 Lolos ke OPSI 2016

Dua Karya Siswa SMA BOPKRI 1 Lolos ke OPSI 2016

SMA Bokri 1 Yogyakarta OPSI 2016 Emanuel Haratua

Edupost.id, Yogyakarta – Dua karya penelitian siswa SMA BOPKRI 1 Yogyakarta berhasil lolos mewakili DIY dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia pada Oktober mendatang. Dua karya itu adalah Funny Song of Mitigation (Funsomi) dan Kotak Perkalian Ajaib Solusi Perkalian Langsung N Bilangan Berdigit R. Kedua karya ini masing-masing berhasil meraih medali emas dan perak pada seleksi OPSI tingkat DIY.

Funsomy adalah hasil karya Emanuel Altair Pandu Wicaksan dan Haratua Zosran Abednego Sihombing, kelas X IPS 1. Karya ini merupakan media penanaman sikap siaga bencana kepada siswa SD. Karya ini menggunakan media berbentuk lagu anak-anak, agar anak dapat memahami langkah menghadapi siaga bencana.

“Anak – anak telah membuat tiga buah lagu, yang pertama tentang gempa bumi, judulnya Siap Diguncang. Lagu kedua tentang erupsi gunung berapi, judulnya Liburan Berasap. Dan yang ketiga tentang tsunami, judulnya Titipan Laut,” ujar Thomas Dannar Sulistyo, selaku guru pembimbing Funsomi.

Menurutnya, mereka tinggal di Indonesia yang rawan bencana. Penanaman penanggulangan bencana dipandang penting tidak hanya aspek psikis tapi juga sikap. Sehingga, sejak usia dini harus dilatih untuk tangguh terhadap bencana.

Sementara, karya penelitian Kotak Perkalian Ajaib adalah karya penelitian Amandus Michael Martin dan Brigitta Nathasya Luniasmara kelas XI MIPA 1. Penelitian ini tentang cara cepat dan mudah perkalian dengan metode Gelosia. “Selama ini pelajar dalam mempelajari matematika umumnya banyak mengalami kesulitan dalam perkalian,” ujar Adjie Rachmadji Primantoro, selaku pembimbing.

Dikatakannya, metode perkalian susun memiliki intensitas kesalahan yang tinggi ketika digunakan. Penggunaan metode Gelosia yang telah dikembangkan oleh Amandus dan Brigitta dapat menjadi solusi. Terlebih, metode ini dapat digunakan untuk menghitung perkalian lebih dari dua digit. “Penelitian kami lakukan di SMP, karena siswa SMP sudah diajarkan perkalian langsung dengan bilangan digital yang cukup banyak,” ujar Amandus.

Dua karya ini telah dipresentasikan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY pada Sabtu lalu (18/6). Atas keberhasilannya, Emanuel dan Haratua selain mendapat medali emas juga mendapat uang pembinaan Rp 600.000. Sedangkan Amandus dan Brigitta mendapat medali perak dan uang Rp 500.000. (Andi)

Check Also

Atlet Muda Baseball Bandung Akan Berlaga Di Tiongkok

Lima Atlet Muda Baseball Bandung Tanding Di Tiongkok

Edupost.iD- Sebanyak 30 orang akan berangkat untuk mewakili Indonesia untuk pertandingan The 9 tahun UI2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *