Minggu , 26 Maret 2017
Home / Kabar Sekolah / Kantin Kejujuran Hanya Efektif di SD, di Kampus Nol
Kepala Kejaksaan Negeri Bantul saat meresmikan Kantin Kejujuran di MAN Wonokromo
Kepala Kejaksaan Negeri Bantul saat meresmikan Kantin Kejujuran di MAN Wonokromo

Kantin Kejujuran Hanya Efektif di SD, di Kampus Nol

Edupost.id – Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Ketut Sumendana menyebut, kantin kejujuran di Kabupaten Bantul paling baik berada di jenjang SD. Sementara pada jenjang perguruan tinggi dinilai masih sangat buruk. Hal ini mengindikasikan, kejujuran paling tinggi dimiliki oleh anak-anak di usia dini. Pernyataan ini disampaikan Ketut di acara launching Kantin Kejujuran MAN Wonokromo.

“Penelitian menunjukkan, kantin kejujuran paling baik ada di tingkat SD, yang ke dua tingkat SMP, dan yang ke tiga tingkat SMA. Kalau Perguruan Tinggi wassalam, apalagi pegawai negeri,” ujarnya.

Peresmian kantin kejujuran di MAN Wonokromo ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Kejari Bantul, Ketut Sumendana didampingi Kepala MAN Wonokromo Ali Asmu’i. Dengan pemotongannpita ini, secara resmi kantin kejujuran di madrasah ini dibuka.

Ditambahkan Ketut, Kejari Bantul berencana membuat zona integritas di masing-masing sekolah. Salah satunya dengan membentuk kantin kejujuran. Kejari akan berupaya memotivasi dan mendorong seluruh sekolah mendirikan kantin seperti ini.

Menurut Ketut, kantin seperti ini berfungsi memperkenalkan dan membiasakan perilaku jujur di kalangan siswa sedini mungkin. Perilaku kejujuran memang harus dibiasakan sedini mungkin.

Saat ini sudah ada lebih dari 20 sekolah di Bantul yang memiliki kantin kejujuran. Dari jumlah itu, jumlah terbanyak memang dari jenjang SD. Program kantin kejujuran adalah bagian dari program Jaksa Masuk Sekolah yang diusung Kejaksaan Agung. Nantinya, Kejari akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan kantin kejujuran di masing-masing sekolah. Akan didata nama-nama sekolah yang dinilai gagal menerapkan kantin kejujuran.

“Evaluasinya ke bupati atau kepala dinas pendidikan,tanggal 22 Juli pas ulang tahun Kejaksaan akan kita sampaikan,” imbuh Ketut.

Kepala MAN Wonokromo, Ali Asmu’i mengatakan, kantin kejujuran di madrasah yang dipimpinnya ini sebagai bentuk pendidikan anti korupsi bagi siswa. Sebelumnya, kantin ini masih menggunakan sistem konvensional, dan sejak hari ini secara resmi menggunakan siatem kantin kejujuran.

Dalam kantin kejujuran, pembeli bebas memilih makanan yang akan dibeli. Pembeli juga harus meletakkan uang sesuai harga makanan di tempat yang disediakan. Jika membutuhkan uang kembalian, pembeli juga dapat mengambil sendiri uang kembaliannya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *