Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Kabar Sekolah / MAN 3 Gelar Simulasi Persiapan UNBK Tahun 2016

MAN 3 Gelar Simulasi Persiapan UNBK Tahun 2016

Edupost.ID, Jakarta – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan diselenggarakan serentak oleh pemerintah di seluruh wilayah Indonesia awal tahun 2016. Beberapa sekolah di Jakarta telah siap untuk melaksanakannya, diantaranya MAN 3 Jakarta yang telah melakukan simulasi pada (08/12).

Ditemui di sekolah, Aan Harinurdin selaku Koordinator UNBK MAN 3 Jakarta, bahwa sekolah tersebut telah siap melaksanakan UNBK tahun 2016. “Saat ini kami sedang melaksanakan kegiatan simulasi UNBK untuk pelajaran Matematika,”. Menururnya, fungsi dari simulasi ini untuk melihat aplikasinya apakah berjalan dengan baik atau tidak karena sistem yang telah diperbarui dari pemerintah.

Hanya sedikit perbedaan dalam mengerjakan ujian ini, seperti untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, listeningnya sekarang menggunakan headset, tidak lagi pakai speaker.

“Secara keseluruhan, MAN 3 sudah siap menggelar UNBK tahun 2016. Simulasi dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 08-09 Desember 2015,” katanya. Ia menjelaskan, secara jaringan sudah baik, dan internet yang cukup. Untuk CPU dan perangakat komputer sudah bagus.

“Pihak sekolah meminta agar saat dilaksanakan ujian tidak mati listrik sehingga tidak mengganggu kinerja siswa. UPS ada 2 buah, dan ruangan sudah cukup nyaman,” tuturnya. Fasilitas hingga saat ini semuanya dari sekolah. Namun, dari pihak sekolah biasanya juga mengajukan ke pemerintah terkait dana, bila dirasa butuh.

UNBK, sistemnya sudah efektif karena 1 pelajaran 1 hari. “UNBK cenderung membuat siswa menjadi tidak khawatir dalam menjawab soal seperti menggunakan kertas yang harus dilingkari. Selain itu, juga dapat menghindari contekan karena setiap siswa soalnya berbeda,” ungkapnya. Total laptop di MAN 3 ada 60 buah. Jumlah siswa yang akan mengikuti ujian ada 179 yang di bagi menjadi 3 sesi.

Adapun kendala yang dihadapi untuk UNBK ini yaitu dalam hal administrasinya, dari server pusat yang terus menerus berubah dalam sinkronisasi waktu saat akan ujian atau simulasi. Kemungkinan di pusatnya hanya 3 orang yang bertugas, terlihat wajar. Namun, harus diperbaiki karena ini sudah UNBK yang kedua.

Beberapa keluhan dari siswa, diantaranya merasa khawatir bila tiba-tiba sistemnya rusak, saat siswa yang satu belum mulai, temannya yang lain sudah mulai. Kedua, mereka cemas bila mati listrik mendadak. Waktu pengerjaan adalah sekitar 2 jam.

Menurur Arif Safrudin, siswa MAN 3 kelas 12 IPA, UNBK ini cukup modern, juga lebih maju bila dibandingakan dengan kertas, jadi tidak boros kertas. “UNBK efektif, dari segi waktu dan sarana dan prasarana, tidak akan ada siswa yang tertukar soal. Namun, masih ada kekawatiran bocoran jawaban atau siswa yang mencontek serta mati listrik,” ujarnya. Ia berharap UNBK bisa mengatasi kebocoran jawaban dan para siswa tidak membawa handphone ke dalam kelas.

Aan berharap, web dan server pusat terus diperbaiki. Ada sosialisasi secara menyeluruh pada masyarakat, dan ada bantuan pendanaan untuk sekolah. Khususnya di daerah terpencil karena di daerah mungkin akan kesulitan dalam hal sarana dan prasarananya. Untuk para siswa, mereka harus tetap optimis, percaya diri, dan terus latihan soal-soal ujian. (Reza)

Check Also

unbraw

UB Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional SAADC ke-6

Edupost.id – Tahun ini Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) dipercaya menjadi tuan rumah konferensi internasional Sustainable Animal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *