Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Sekolah / Menuju Adiwiyata Nasional, MTsN Yogyakarta 1 Kelola Air Wudhu

Menuju Adiwiyata Nasional, MTsN Yogyakarta 1 Kelola Air Wudhu

Edupost.ID, Sleman – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Yogyakarta 1 pada tahun ini mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional SMP, mewakili DIY. Pencanangan menjadi sekolah Adiwiyata sudah dilakukan oleh sekolah ini sejak 2012. Prestasi sekolah ini diawali dengan diakuinya sekolah ini menjadi sekolah adiwiyata Kabupaten Sleman, kemudian menjadi sekolah adiwiyata DIY.

Ami Solichati, Ketua Adiwiyata MTsN Yogyakarta 1 didampingi Rini Wijayanti selaku sekretaris Adiwiyata MTsN Yogyakarta 1 mengatakan, pada prinsipnya sekolah berkeinginan menciptakan sekolah yang nyaman bagi seluruh warga sekolah. “Sekolah kan rumah kedua, jadi harus nyaman agar seluruh warga sekolah menjadi betah berada di sekolah,” ujar Ami.

Ami melanjutkan, melimpahnya limbah air wudlu yang dihasilkan setiap harinya mendorong pihaknya untuk memanfaatkan limbah itu demi kenyamanan warga sekolah. Menurutnya, seluruh warga sekolah setiap harinya menjalankan sholat di sekolah tiga kali sehari, yaitu duha, duhur, dan ashar, sehingga limbah air wudhu sangat melimpah. Untuk itu, serangkaian program telah dijalankan untuk memanfaatkan limbah itu.

Dijelaskan Ami, seluruh limbah air wudhu akan ditampung dalam kolam penampungan. Kemudian, air itu akan dimanfaatkan untuk perikanan dan penanaman sayuran. “Kami memiliki kolam yang berisi lele dan nila. Airnya dari limbah air wudhu,” kata Ami.

Selain untuk kolam ikan, air limbah wudhu itu juga digunakan untuk menyiram tanaman. Sekolah ini telah memiliki greenhouse yang berisi tanaman sayuran seperti terong dan sawi. Kolam ikan juga dibuat menjadi taman dengan gemericik air.

Ami juga sempat mengajak Edupost.ID berkeliling melihat suasana sekolah. Dari pantauan Edupost.ID, sekolah ini memang terlihat bersih tanpa sampah berserakan. Seluruh siswa sekolah ini menurut Ami sudah terbiasa membuang sampah di tempat sampah. Sampah itu juga dipilah, antara organik, dan anorganik. Sampah organik akan dibuat kompos, sementara sampah anorganik akan dijual. (Andi)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *