Rabu , 24 Mei 2017
Home / Kabar Sekolah / MOS SMAN 2 Wonosari Bersih-bersih Sekolah hingga Nol Kilometer

MOS SMAN 2 Wonosari Bersih-bersih Sekolah hingga Nol Kilometer

Edupost.ID, Yogyakarta – Kegiatan MOS tidak selalu mengedepankan kekerasan. Justru momen ini merupakan masa yang tepat untuk memperkenalkan jati diri sekolah kepada siswa baru agar semakin mantap menjalani hari-hari belajarnya. Kegiatan MOS yang positif salah satunya diselenggarakan SMAN 2 Wonosari pagi ini, Sabtu, (1/8), yaitu Trashbag Smada. Kegiatan berupa bersih-bersih dilakukan di lingkungan sekolah hingga titik nol kilometer atau Alun-alun Wonosari.

Sebanyak 192 siswa baru berpakaian putih dan celana training dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kurang lebih 20 anak ditempatkan di sekolah, jalanan menuju Alun-alun Wonosari, dan sisanya tersebar di Alun-alun Wonosari. Berbekal peralatan berupa trash bag, catut, dan ember, mereka mengambil sampah organik, anorganik, serta paku yang tertempel di pohon.

Anisa Rahma Zalsabila, Ketua OSIS, menjelaskan bahwa acara ini baru diadakan tahun ini. “Tujuannya untuk mengajak siswa baru supaya peduli lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolahnya adalah sekolah yang berwawasan lingkungan atau sekolah adiwiyata. Sehingga semua kegiatannya bertema lingkungan. Tema MOS pun disesuaikan, yakni ‘Save the Earth’.

Sasa (Ketua OSIS) dan kawannya ingin menghilangkan kesan MOS yang galak dan menggunakan kekerasan. Mereka justru ingin membuat MOS yang berdampak positif.

Kepala SMAN 2 Wonosari, Leladhi Buhie Mulya, berpendapat, “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari siswa-siswa SMAN 2 Wonosari terkait kepedulian lingkungan”.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan ini tidak hanya Trashbag Smada, akan tetapi ada banyak kegiatan lain.

“Di setiap kegiatan kita selalu mengutamakan lingkungan, karena kita merupakan salah satu sekolah adiwiyata mandiri nasional,” kata Arifin, pembina OSIS SMAN 2 Wonosari.

“Seru beda sama SMA lain,” kesan Aliffudin Saiful Amri kelas X.A.

Sedangkan Mellinna, peraih nilai UN tertinggi tahun ini yang sekarang duduk di kelas X.A., berkomentar, “Capek sih tapi ya seneng. Tadinya terpaksa, tapi pas dilakuin enak kok. Soalnya bareng-bareng”. (Nurfi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *