Kamis , 20 Juli 2017
Home / Kabar Sekolah / Pelajar Indonesia Juarai Kompetisi Ilmiah di Malaysia
Ilmuwan Pelajar Indonesia Juarai Kompetisi di Malaysia
Pelajar Indonesia Juarai Kompetisi Ilmiah di Malaysia

Pelajar Indonesia Juarai Kompetisi Ilmiah di Malaysia

Edupost.id – Tim peneliti muda MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih medali perak dalam kompetisi karya ilmiah Malaysia Technology Expo (MTE) 2017, di Malaysia, pada 16-18 Februari lalu. Tim yang beranggotakan Zhahdo Bintang Ramadhan, M. Hanif Nursamsul, dan Farkhan Atoillah ini mengangkat karya pelindung kain batik.

Inovasi ketiga siswa tersebut adalah menciptakan aplikasi nanopartikel perak sebagai agen alternative pelapis antibakteri dan pelindung warna kain batik, atau diberi nama Antibacterial Batiq Textiles. Penelitian mereka lakukan sejak Januari 2015, ketiganya melakukan penelitian secara intensif tentang pelindung kain batik agar tidak mudah pudar warnanya.

Kepala MAN 1 Yogyakarta Wiranto Prasetyahadi kepada Edupost.id menuturkan, keberhasilan siswa – siswanya pada kompetisi internasional ini sagatlah membanggakan. Prestasi ini sejalan dengan target prestasi internasional yang dibidiki Wiranto.

“Saya justru tidak menyangka mereka bisa juara. Dapat medali perak di ajang internasional itu sudah luar biasa, apa lagi ini baru pertama kali ikut kompetisi internasional,” ujar Wiranto ketika ditemui di ruang kerjanya.

Mantan kepala MAN Lab UIN yang telah berganti nama menjadi MAN 4 Bantul ini menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim, pelatih, orang tua siswa, serta pihak lain yang telah membantu. Meski tak memiliki laboratorium yang memadai, tim peneliti dari madrasah ini tetap bersemangat melakukan penelitian di laboratorium UIN Sunan Kalijaga dan UII.

Wiranto juga menargetkan akan mempatenkan karya ketiga siswa ini agar mendapatkan hak cipta. Pasalnya, hasil kerja keras mereka dalam penelitian dapat dipertanggunjawabkan secara ilmiah, bahkan teruji hingga meraih juara 2 tingkat internasional.

“Saya khawatir akan ada pihak yang menggunakan produk ini tanpa izin. Jadi harus segera dipatenkan dulu,” imbuhnya.
Keberhasilan mendorong siswa – siswanya berprestasi di ajang internasional tidak membuat Wiranto cepat puas. Ia bahkan mengaku akan terus mendorong siswa – siswa lain untuk mengikuti jejak Zhahdo dan timnya memboyong juara internasional. Ia bertekad akan terus memfasilitasi ajang kompetisi baik tingkat nasional hingga internasional.

MTE 2017 digelar terbagi menjadi tiga kategori yaitu Peneliti Muda (SLTA), Peneliti Muda Tingkat Mahasiswa, dan Peneliti Professional untuk umum. Selain meraih medali perak dalam MTE 2017, tiga siswa MAN 1 Yogyakarta tersebut juga mendapatkan penghargaan Special Award dari Asosiasi Peneliti Taiwan. (Andi)

Check Also

Atlet Muda Baseball Bandung Akan Berlaga Di Tiongkok

Lima Atlet Muda Baseball Bandung Tanding Di Tiongkok

Edupost.iD- Sebanyak 30 orang akan berangkat untuk mewakili Indonesia untuk pertandingan The 9 tahun UI2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *