Rabu , 18 Juli 2018
Home / Kabar Sekolah / Pelajar SMP Yogyakarta Borong Lima Medali di Thailand
Pelajar SMP Yogyakarta Borong Lima Medali di Thailand
Pelajar SMP Yogyakarta Borong Lima Medali di Thailand

Pelajar SMP Yogyakarta Borong Lima Medali di Thailand

Edupost.id – Tim Robotik SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman berhasil memboyong lima medali pada ajang Thailand Robotic Training & Competition di Thailand, (26-27/1). Waka Kesiswaan sekolah setempat, Ary Gunawan menyebut, anak didiknya meraih satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu pada ajang robot internasional ini.

“Gold Medal kategori School Robotic diraih tim Platinum Ultra atas nama Arsy Muhammad Rafi Haikal, Fara Alya Amrina R., Nisriina Alya D. Silver Medal Kategori Line Follower Analog diraih tim Platinum Warrior atas nama M. Fadhil Rafi S., Linda Yanti, Windy Fakhriyyah S,” ujar Ary, Rabu (31/1).

Ary menambahkan, untuk Bronze Medal pertama disumbangkan melalui kategori Line Follower Analog oleh tim Platinum Ranger atas nama M. Ilyas R., Ajeng Purwaniaratih, Alifsha P.H.B. Bronze Medal lainnya disumbangkan melalui kategori Line Follower Analog oleh tim Platinum Ultra atas nama Arsy Muhammad Rafi H., Fara Alya Amrina R., Nisriina Alya D. Bronze Medal juga diraih dari kategori Maze Solving oleh tim Platinum Warrior atas nama M. Fadhil Rafi S., Linda Yanti, Windy Fakhriyyah S.

Selain itu, Platinum Warrior, M. Fadhil Rafi S., Linda Yanti, Windy Fakhriyyah S berhasil finis di 8rd place of Soccer Robotic’s Competition. Finallist of RC Sumo open class juga diraih oleh Platinum Ultra, Platinum Warrior, dan Platinum Ranger. Sebelum berkompetisi di Thailand, tim robotik sekolah ini sudah terlebih dahulu berkompetisi di Singapore Robotic Games, 24-25 Januari. Sayangnya, di ajang ini tim robotik SMP Muh 3 Depok belum berhasil memboyong medali.

Kepala SMP Muh 3 Depok Sleman, Wakhid Effendy mengaku masih kurang puas dengan hasil yang dibawa oleh anak didiknya. Menurut Wakhid, target sebenarnya adalah memboyong medali di kompetisi Singapura. “Masih kurang puas, sebenarnya targetnya juara di Singapura, karena levelnya kan tinggi. Tapi saya tetap bersyukur dengan hasil ini,” ujar Wakhid.

Menurutnya, hal utama yang masih harus dibenahi adalah kekompakan tim. Saat di ajang resmi, menurut Wakhid, anak didiknya masih terlihat belum bisa kompak bekerja secara tim.

Dijelaskan Wakhid, keikutsertaan sekolahnya pada ajang internasional kali ini berkat prestasinya dalam bidang robotik, baik di level nasional maupun internasional. Sekolahnya mendapat undangan resmi untuk berlaga di Singapura setelah berhasil memboyong medali di kompetisi robotik Osaka beberapa waktu lalu. “Kami akan tetap mengikuti kompetisi selanjutnya, diupayakan ikut kompetisi yang levelnya lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

Institut Teknologi Surabaya (ITS)

Ikuti Lomba Robot Nasional ITS untuk Pelajar dan Umum

Edupost.id – Lomba Robot Nasional (Baronas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) kembali hadir tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=