Rabu , 20 September 2017
Home / Kabar Sekolah / Sekolah Ramah Anak, SMP Magelang Dikunjungi 11 Negara

Sekolah Ramah Anak, SMP Magelang Dikunjungi 11 Negara

MAGELANG- Delegasi dari 11 negara berkunjung ke SMP Negeri 1 Tempuran Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mereka adalah peserta Pelatihan Pendidikan Ramah Anak Angkatan ke-21 yang diadakan Lund University Swedia.

Delegasi yang berkunjung itu berasal dari Kamboja, China, Mesir, Ethiopia, Malawi, Namibia, Afrika Selatan, Tanzania, Vietnam, Zambia, dan Indonesia.

Para delegasi tersebut mendapat kesempatan mempraktikkan ilmu yang diperoleh saat pelatihan selama sebulan di Lund University Swedia dengan cara mengajar para siswa di SMPN 1 Tempuran. Para delegasi itu mengajar di sembilan kelas model ramah anak.

Mereka membentuk kelompok-kelompok belajar, ada pula yang mengajarkan permainan pada siswa agar mereka senang dan tertarik belajar.

Kepala SMPN 1 Tempuran, Umi Hidayati mengungkapkan, program pendidikan ramah anak di sekolahnya sudah dimulai sejak tahun 2011. Ia menuturkan, awalnya dia mengajukan proposal ke Lund University Swedia sebagai inisiator program tersebut, kemudian mendapat pelatihan gratis di Swedia.

“Saya masuk pelatihan angkatan ke-13. Hal ini merupakan program rutin Lund University Swedia bersama UNESCO. Ilmu yang kami dapat di Swedia itu kami bawa ke sekolah untuk diterapkan pada anak didik,” terangnya, dilansir antara.

Ia menerangkan, inti dari sekolah ramah anak ialah pihak sekolah memberikan hak anak secara penuh, serta pengelolaan kelas dan sekolah. Program ini juga ada kaitannya dengan desa ramah anak dan kabupaten ramah anak yang dicanangkan pemerintah.

“Pada program itu menerapkan 3 P, yakni provisi, perlindungan, dan partisipasi dalam model sekolah ramah anak ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, provisi yakni dengan memberikan hak anak secara penuh. Perlindungan berarti pihak sekolah memberikan perlindungan pada siswa, seperti dengan penjagaan satpam dan polisi di lingkungan hingga depan sekolah untuk menyeberangkan anak agar anak merasa aman dan nyaman.

“Di dalam kelas, kami terapkan agar anak bisa bersikap ramah dengan sesama teman dan guru, guru juga ramah pada anak didiknya dan sesama guru. Jadi anak jangan sampai bertengkar dengan temannya di kelas maupun dengan sekolah lain,” paparnya.

Umi memaparkan, guru juga menghindari hukuman secara fisik pada anak-anak yang melakukan kesalahan dan lebih mengedepankan upaya dan pendekatan yang lebih komunikatif sehingga membuat anak merasa nyaman.

Selama proses belajar mengajar, lanjutnya, guru melibatkan partisipasi siswa sehingga guru tidak hanya memberi ceramah saat mengajar.

Ia menambahkan, pemilihan warna cat untuk ruang kelas juga didiskusikan dengan siswa agar membuat mereka senang dan nyaman. (IK/SS)

Check Also

Universitas Pertamina

Universitas Pertamina Tumbuhkan Pemahaman Teknologi Siswa SMA

Edupost.id – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di masyarakat saat ini, Universitas Pertamina melalui slogannya, “Be …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *