Kamis , 21 September 2017
Home / Kabar Sekolah / Siswa di Purbalingga Mampu Memproduksi Film Hanya dalam Sehari

Siswa di Purbalingga Mampu Memproduksi Film Hanya dalam Sehari

PURBALINGGA- Purbalingga dikenal sebagai kota di Jawa Tengah yang memiliki tradisi pembuatan film di kalangan siswa. Sejumlah sekolah di Purbalingga memiliki kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) sinema atau memproduksi film. Umumnya, film yang diproduksi adalah film dokumenter dan film fiksi pendek.

SMK Kutasari, Purbalingga adalah salah satu sekolah yang mengajak siswanya belajar membuat film melalui kegiatan ekskul sinema. Salah seorang peserta ekskul yang bernama Putra Sanjaya mengaku, telah membuat film bertema Coblosan. Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan gambar ini hanya satu hari.

Putra mulai melakukan pengambilan gambar sejak pagi hingga selesai sore hari di beberapa lokasi di Desa Metenggeng, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (21/3).

“Banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang dan butuh kerja sama tim yang baik agar hasilnya juga maksimal,” jelas siswa kelas X, jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) ini.

Film Coblosan yang digarapnya ini mengangkat tema antikorupsi, yaitu praktek politik uang dalam sebuah pemilihan calon kepala desa.

Guru pembina ekskul sinema SMK Kutasari, Junika Cahyaning Trilastuti mengungkapkan, pihak sekolah belum melibatkan fasilitator dari luar sekolah untuk mendampingi anak-anak.

“Makanya, saat produksi pertama ini kami menggandeng CLC Purbalingga agar anak-anak dan bahkan guru punya pengalaman bagaimana membuat film pendek,” terang guru bahasa Indonesia ini, seperti dilansir tempo.

Film pendek ini dibuat usai menerima undangan dari Festival Film Purbalingga (FFP) 2015, yang akan diadakan pada Mei mendatang. Nantinya para peserta FFP ini akan berpartisipasi dalam program kompetisi pelajar tingkat Banyumas Raya.

Sekolah lainnya yang juga menyediakan ekskul sinema bagi siswanya adalah SMA 2 Purbalingga. Para siswa yang tergabung dalam Teater Brankas memproduksi film pendek berjudul Intel-intelan, yang pengambilan gambarnya juga diselesaikan dalam waktu sehari pada Ahad (22/3).

“Salah satu program tahunan Teater Brankas itu memproduksi film pendek. Produksi ini sudah berlangsung dari tahun 2007. Pada tahun ini kepengurusan kami mencoba melanjutkan tradisi itu,” ucap Afra Putri Shofura, sutradara yang juga sebagai ketua Teater Brankas. (IK/SS)

Check Also

siswa sd ikuti pesantren kilat ramadhan

Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai

Edupost.id – Pendidikan seharusnya bukan hanya mencetak anak pandai secara akademis. Pendidikan justru diharapkan dapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *