Minggu , 24 September 2017
Home / Kabar Sekolah / Siswa MAN Yogyakarta 1 Teliti Produktivitas Telur Lebah
Siswa MAN Yogyakarta 1 Teliti Produktivitas Telur Lebah
Siswa MAN Yogyakarta 1 Teliti Produktivitas Telur Lebah

Siswa MAN Yogyakarta 1 Teliti Produktivitas Telur Lebah

Edupost.Id –  Lebah ternyata dapat bertelur secara optimal pada suhu 31 – 32 derajad. Pada suhu ini   jumlah produksi telur menunjukkan jumlah yang lebih banyak dibanding pada suhu di atasnya. Hal ini terungkap pada penelitian dua siswa MAN Yogyakarta 1 yang berjudul “Meningkatkan Produksi Telur Lebah dengan Variasi Suhu” beberapa bulan yang lalu.

Karya penelitian Yasmin Hanifah dan Khoirunnisa Kurniawati ini mengantarkan mereka menjadi finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat Nasional yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, 26-27 September lalu. Kedua siswa ini juga menjadi salah satu dari empat finalis yang mewakili DIY.

“Tujuan penelitiannya untuk meningkatkan jumlah koloni telur lebah suhu yang tepat,” ujar Yasmin kepada Edupost.id.

Menurutnya, penelitian ini berawal dari banyaknya madu palsu di Indonesia yang salah satunya disebabkan karena rendahnya produktivitas lebah menghasilkan madu. Untuk mengingkatkan produktivitas, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan koloni telur.

Dijelaskan, penelitian ini berlangsung selama dua bulan, pada Agustus dan September lalu di Desa Wisata Giri Tengah Magelang Jawa Tengah. Desa ini merupakan desa peternakan lebah. Yasmin dan rekannya menyiapkan lima kotak yang suhu di masing – masing kotak diatur berbeda. “Suhu masing – masing 31-32, 32-33, 33-34, 34-35, dan satu kotak lainnya kotak kontrol,” katanya.

Dari hasil pengujiannya, siswa kelas XI MIA 1 ini menyebut, kotak dengan suhu  31-32 derajad menghasilkan koloni telur lebah paling banyak. Selain itu, pada suhu  34-35 derajad ternyata produksi madu paling banyak, meskipun jumlah koloni telur paling sedikit.

Pelajar kelahiran Sleman 5 April 2000 ini mengaku memiliki pengalaman yang luar biasa dengan menjadi finalis LKIR LIPI tahun ini meski tidak mampu meraih medali. Hal yang membuat ia bangga adalah dapat mempresentasikan penelitiannya di hadapan dewan juri dari luar negeri. Dari lima juri, dua di antaranya adalah juri internasional.

Karya penelitiannya ini tidak hanya berhenti pada saat ini. Penelitian lanjutan masih akan dilakukan, khususnya terkait pengaturan suhu yang digunakan. Selain itu, karya ini juga akan dipublikasikan pada jurnal yang dimiliki oleh MAN Yogyakarta 1.

Waka Humas sekolah setempat, Hartiningsih mengaku bangga dengan karya penelitian siswanya ini. Karya ini semakin mengokohkan predikat madrasahnya sebagai madrasah riset. “Kami sudah memiliki jurnal sendiri, namanya Jurnal Ulul Albab, isinya karya penelitian siswa dan guru. Nanti karya ini juga akan dimasukkan ke dalam jurnal,” kata guru yang disapa Aning ini. (Andi)

Check Also

MAN Yogyakarta 1

Belum Dibuka, PPDB Prestasi MAN 1 Yogyakarta Ramai Peminat

Edupost.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN 1 Yogyakarta jalur prestasi baru akan dibuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *