Jumat , 20 Januari 2017
Home / Kabar Sekolah / Siswa SMP Mugadeta Kembangkan Alat Deteksi Denyut Jantung
Siswa-SMP-Mugadeta-Kembangkan-Alat-Deteksi-Denyut-Jantung
Enrico memperagakan alat buatannya di depan Widyasari Listyowulan, Corporate Affairs Manager Intel Indonesia dan Luky Kurniawan, Bagian Kurikulum Mugadeta. (Foto: andi)

Siswa SMP Mugadeta Kembangkan Alat Deteksi Denyut Jantung

Edupost.id – Siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Mugadeta) ini menggunakan prosessor Galileo Board dari Intel dalam membuat kedua alat ini. Hanya butuh waktu sekitar tiga minggu bagi Enrico Olifian untuk mengembangkan dua alat sekaligus. Kedua alat itu adalah pendeteksi denyut jantung dan pendeteksi air layak konsumsi.

Alat pendeteksi denyut jantung ini bekerja dengan menyentuhkan detektor pada ujung jari manusia. Lampu indikator pada alat akan menyala jika mendeteksi adanya denyut jantung. Detektor dihubungkan dengan komputer yang menggunakan prosessor Galileo Board. Alat ini memang lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan alat serupa yang digunakan di rumah sakit, demikian kata Rico ketika dijumpai di sekolahnya.

Siswa pecinta robotik ini menambahkan, Ide pembuatan alat ini berawal dari banyaknya teman – teman sekolahnya yang pinsan saat upacara bendera. Ini membuat Rico terbesit untuk mengetahui denyut jantung teman – temannya.
Satu alat lain yang juga dikembangkan oleh Rico adalah alat pendeteksi air layak konsumsi. Jika dua gelas berisi air dengan kualitas berbeda, alat buatan Rico ini mampu mengetahui air di gelas mana yang memiliki kualitas yang layak konsumsi. Seperti halnya pada alat pendeteksi denyut jantung, alat pendeteksi air layak konsumsi juga menggunakan detektor yang dihibungkan dengan komputer.

Alat ini berawal dari keprihatinan Rico dan pihak sekolah akan banyaknya pedagang jajanan nakal yang membuat es dari air mentah. Selama ini kita akan kesulitan untuk membedakan mana es yang dibuat dari air matang yang bersih dan mana es yang dibuat dari air mentah. Berkat alat buatan Rico ini, tak lagi kesulitan untuk membedakan kedua es itu.

Waka Kurikulum SMP Mugadeta, Luky Kurniawan mengatakan, kedua alat ini tercipta usai sekolahnya menerima bantuan prosessor Galileo Board dari Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya, BTKP menerima hibah 50 Galileo Board dari Intel Indonesia, yang kemudian diberikan kepada sekolah anggota Komunitas Robotika bentukan BTKP DIY, termasuk SMP Mugadeta.

Kedua alat yang dikembangkan di SMP Mugadeta ini sudah dilihat langsung oleh perwakilan dari Intel Indonesia. Kamis (11/8) lalu, Widyasari Listyowulan selaku Corporate Affairs Manager Intel Indonesia bersama dengan Muhammad Rinaldi dari BTKP DIY mengunjungi SMP Mugadeta untuk meninjau sejauh mana board yang diberikan itu dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi.

Kedepan, Rico berharap alat ini akan terus dikembangkan. Pihak sekolah juga sangat mendukung harapan Rico untuk melakukan pengembangan. “Nantinya akan dikembangkan di daerah yang membutuhkan, agar dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Luky. (Andi)

Check Also

Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)

Mahasiswa UNS Ciptakan Aplikasi Bimbingan Belajar Cariles

Edupost.ID- Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, berhasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *