Jumat , 26 Mei 2017
Home / Kabar Sekolah / SMA De Britto Bebaskan Siswanya Tak Berseragam dan Berambut Gondrong
SMA Kolese De Britto
SMA Kolese De Britto

SMA De Britto Bebaskan Siswanya Tak Berseragam dan Berambut Gondrong

Edupost.Id, Yogyakarta – Jika di sekolah lain ada aturan ketat tentang pakaian dan penampilan siswanya, di SMA Kolese De Britto justru sebaliknya. Sekolah yang hanya memiliki siswa putra ini membebaskan semua siswanya berambut gondrong atau panjang dan tak mengenakan seragam sekolah. Bahkan, sekolah ini juga tidak mewajibkan siswanya bersepatu. Seragam dan sepatu hanya wajib dipakai setiap hari Senin.

“Setiap manusia kan punya hak untuk membuat pilihan, termasuk berambut panjang dan cara berpakaian. Kami ingin mengajarkan mereka membuat pilihan, dan bertanggung jawab terhadap puluhan,” terang Wakasek Humas SMA Kolese De Britto, Widi Nugroho kepada Edupost.Id.

Dikatakan Widi, kebijakan ini dilakukan dengan maksud untuk membangun budaya disiplin tanpa paksaan. Menurutnya, sangat mudah untuk menciptakan budaya disiplin siswa dengan aturan yang ketat. Namun, siswa yang dididik dengan aturan ketat akan menyerupai robot yang melakukan sesuatu dengan paksaan.

Membebaskan siswa membuat pilihan sendiri bukan lantas tanpa aturan. Yang dibebaskan, menurut Widi adalah aturan yang tidak terlampau penting dan tidak mengganggu proses pembelajaran. “Berambut gondrong kan tidak mengganggu pelajaran,” ujar Widi.

Diakui Widi, karena tidak ada aturan ketat, terkadang ada siswa yang menyalahgunakan kesempatan. Misalnya, ada siswa yang memakai anting. Di sinilah proses pendidikan berjalan. “Guru harus mengajak siswa berdialog. Tapi yang penting tidak boleh ada unsur instruktif kepada siswa,” lanjut Widi. Guru, menurut Widi harus membuat siswa menyadari kesalahannya tanpa paksaan.

Di sekolah ini, seluruh siswa hanya wajib berseragam dan bersepatu pada hari Senin. Selebihnya siswa bebas nenggunakan pakaian lain. “Minimal pakai kaos berkerah dan bersepatu sandal. Pakai celana jeans juga boleh,” terang Widi

Hasil dari sistem ini sudah dapat dilihat dari karakter siswa. Dikatakan Widi, siswanya memiliki kemandirian yang baik. Selain itu juga tercipta siswa yang cerdas dalam menentukan pilihan yang tepat. (Andi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

One comment

  1. Salam..
    Saya sangat setuju dgn sistem pendidikan di de britto, dan saya sdh soundingkan ke anak saya (sekarang dia msh kelas 6 SD) spy kelak dia mau dan bisa sekolah disana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *