Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Sekolah / SMKN 3 Bogor Terima Tantangan MEA

SMKN 3 Bogor Terima Tantangan MEA

Edupost.ID, Bogor – Sekolah kejuruan sudah seharusnya bersiap untuk menghadapi Masyarakat Enonomi Asean (MEA). Pastinya akan banyak tenaga kerja dari luar negeri yang akan bersaing di Indonesia. Rukmini Ramli, Humas SMKN 3 Bogor, saat ditemui Edupost.ID di kantornya mengatakan bahwa MEA menjadi sebuah tantangan yang harus diterima dan dihadapi.

Kehadiran MEA yang tinggal beberapa bulan lagi merupakan sebuah tantangan bagi sekolah SMKN 3 Bogor. Pihak sekolah berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar dengan cara mengikuti pelatihan atau workshop. Upaya ini dilakukan agar dengan ilmu yang didapat dari pelatihan atau workshop, mereka bisa mendidik siswanya lebih baik.

Persiapan lain yang dilakukan oleh pihak sekolah yaitu menguji kompetensi para siswa agar ketika mereka menghadapi MEA, mereka tidak akan kesulitan. Mengasah keterampilan dalam berbahasa juga menjadi modal penting agar para siswa bisa bersaing di dunia internasional. Mengasah keterampilan saat ujian praktek juga merupakan salah satu cara agar para siswa semangat menghadapi MEA.

Tidak banyak kendala yang dialami oleh pihak sekolah SMKN 3 Bogor. “Yang menjadi sedikit kendala mungkin dalam bidang bahasa. Sampai saat ini kami sudah memiliki tenanga pengajar bahasa Jerman, Jepang, Perancis dan kami sedang membuka kelas untuk bahasa Mandarin. Untuk kesiapan tenaga pengajar bahasa beberapa sudah memiliki sertifikat dan sudah profesional di bidangnya,” ujar Rukmini Ramli.

Pihak sekolah SMKN 3 Bogor tidak terlalu khawatir akan datangnya MEA karena sekolah kejuruan sudah mempersiapkan para siswanya untuk bersaing di dunia kerja. Seperti yang diterangkan oleh Rukmini Ramli, setiap kejuruan di sekolahnya sudah dipersiapkan dengan baik. Misalnya tata boga, seorang juru masak diwajibkan untuk menguasai semua masakan baik nasional dan internasional. Kemudian ia juga harus mampu mencari dan membedakan bahan-bahan berkualitas dengan bahan-bahan yang tidak berkualitas untuk menu masakan mereka.

“Kami tidak khawatir akan MEA, karena memang dampaknya belum dirasakan oleh para siswa. Namun, kami juga tidak khawatir dengan siswa kami karena sebelum UN saja, banyak perusahaan yang sudah membooking mereka untuk bekerja di sana. Selain itu, karena kami ini sekolah negeri jadi peluang-peluang karir dari dinas dan instansi lain sudah banyak ditawarkan kepada kami,” tambahnya.  (Nisa)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *