Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Kabar Sekolah / SMP Mugadeta Boyong Lima Piala dalam Seminggu

SMP Mugadeta Boyong Lima Piala dalam Seminggu

Edupost.id, Sleman – Pada bulan April 2016, SMP Muhammadiyah 3 Depok, Yogyakarta (Mugadeta) kembali menuai prestasi. Beberapa siswa sekolah ini telah menyumbangkan beberapa medali dari beberapa kejuaraan baik lokal, nasional, dan internasional. Kepada Edupost.id, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Mugadeta, Luky Kurniawan menyebut, dalam waktu satu minggu, lima piala berhasil diraih oleh siswa terbaiknya.

Dikatakan Luky, Aditya Putra Pratama, siswa kelas VIII sekolah ini meraih medali perak pada kejuaraan balap sepeda internasional, Banyuwangi International BMX 2016 di Banyuwangi Jawa Timur, (3/4).

Pada hari yang sama, Mugadet Robotic Team (MRT) berhasil menjadi juara 1 kategori Best Desain pada perhelatan Polines Roboline Contest tingkat nasional di Politeknik Negeri Semarang (Polines).Pada ajang ini, SMP Mugadeta mengirimkan tiga tim robotik. Namun, hanya satu tim yang menyabet gelar juara. “Yang berhasil menjadi juara adalah Arya Daffa Danendra dari kelas VIII,” ujar Luky.

Perhelatan robotik ini diikuti 40 tim dari berbagai provinsi di Indonesia. Menariknya, ajang ini tidak hanya diikuti oleh tim robotik SMP, tapi juga diikuti oleh tim robotik SD, SMA dan SMK. Di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY tahun 2016, atlet sekolah ini juga berhasil menyabet juara. Tiga atlet pencak silat sekolah ini berhasil membawa pulang tiga gelar juara pada kelas yang berbeda.

Rizki Ramadan, siswa kelas VIII sekolah ini berhasil menyabet juara kedua Pencak Silat POPDA DIY 2016 pada kelas I, 71 – 75 kg putra. Di kelas lain, yakni kelas H, 67-71 kg putri Dyah Ayu Hajar berhasil meraih juara 3. Sedangkan Debby Ayu Fatmaningtyas, berhasil meraih juara 3 pada kelas D, 51 – 55 kg putri.

Ditambahkan Luky, dua siswanya yang menjuarai pencak silat POPDA saat ini tengah dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) se-Jawa dan Bali tahun 2016. Dua siswa yang tengah mengikuti pelatihan di DIY yakni Rizki dan Debby. Sedangkan Dyah tidak dapat mendapat izin karena Debby harus mempersiapkan diri menghadapi UN 2016.

Melihat siswa-siswanya yang menuai prestasi pada berbagai kejuaraan, Luky mengaku sangat berbangga dan berbahagia. “Saya selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan merasa bangga sekali dengan kerja keras dari anak-anak yang berhasil membawa nama baik sekolah pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Sekolah sangat mengapresiasi prestasi anak-anak,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

Menghardik Anak “Nakal” dapat Membuatnya Takut

Edupost.ID- Saat kekesalan sudah memuncak, tidak jarang orang tua menghardik anak dengan mengatakan, “Anak Nakal” …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *