Senin , 25 September 2017
Home / Kabar Sekolah / Sumbangan Masuk SMA Yogyakarta Maksimal Dua Juta Rupiah
sman-2-bantul
Sekolah di Yogyakarta, SMAN 2 Bantul

Sumbangan Masuk SMA Yogyakarta Maksimal Dua Juta Rupiah

Edupost.id – Sumbangan masuk SMA negeri di Yogyakarta dibatasi maksimal dua juta rupiah. Adanya pembatasan ini membuat sekolah-sekolah di Bantul akan melakukan skala prioritas. Pasalnya, kebutuhan sekolah sebenarnya di atas angka dua juta rupiah.

Kepala SMAN 2 Bantul, Isdarmoko, mengaku siap menjalani ketentuan ini. Namun, diakuinya, ketentuan pembatasan sumbangan ini akan mempengaruhi program sekolah. “Kami menyesuaikan saja keputusan pemerintah nantinya, agar tidak melanggar. Memang akan berpengaruh pada pelaksanaan beberapa program di sekolah, apalagi untuk memenuhi tuntutan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Diakui Isdarmoko, pada tahun sebelumnya sekolah ini menarik sumbangan pembangunan bagi orang tua sebesar Rp 3,5 juta. Uang sebesar itu, dipergunakan untuk mendukung kegiatan sekolah, seperti pembangunan laboratorium komputer dan menambah komputer untuk pelaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Pendapat senada juga dikatakan oleh Kepala SMAN 3 Bantul, Endah Harjanto. Menurutnya, sumbangan yang realistis berada pada kisaran Rp 4 juta. Sumbangan ini untuk mengcover gaji guru tidak tetap dan juga tenaga honorer di sekolah karena dana BOS tidak bisa dipergunakan untuk menggaji tenaga honorer. Selain itu, untuk pembiayaan Karya Ilmiah Remaja (KIR).

“Kami ikut saja dengan kebijakan dari pemerintah dan dewan pendidikan. Meskipun, kondisi ideal besaran sumbangan yang sempat dirapatkan mencapai Rp 4 juta. Kami realistis saja, kalau dibatasi maka harus ada skala prioritasnya,” imbuhnya.

Namun, Endah mengaku siap menjalankan kebijakan pemerintah tentang pembatasan besaran sumbangan ini. Jika nanti besaran sumbangan ditetapkan maksimal berkisar Rp 2 juta, pihaknya akan menyesuaikan program sekolah dengan besaran sumbangan ini. Sehingga, akan ada program pembangunan sekolah yang harus diprioritaskan.
Sebelumnya, beberapa orang tua siswa SMA Negeri di Bantul mengatakan dimintai sumbangan Rp 7 juta. Ini tentunya sangat memberatkan. Oleh karena itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul mengusulkan adanya pembatasan permintaan sumbangan kepada wali siswa yang dilakukan oleh SMA dan SMK negeri di daerah ini. (Andi)

Check Also

Pungli-Ketua-Wandik-Bogor-Mencoreng-Dunia-Pendidikan

Pungli, Ketua Wandik Bogor: Mencoreng Dunia Pendidikan

Edupost.id – Pungutan liar (pungli yang masih terjadi di sejumlah sekolah membuat Ketua Dewan Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *