Kamis , 27 Juli 2017
Home / Kabar Sekolah / Terkait Kelumpuhan Ery, Sekolah Tidak Merasa Kerepotan

Terkait Kelumpuhan Ery, Sekolah Tidak Merasa Kerepotan

Edupost.ID, Yogyakarta – Berkaitan dengan kondisi fisik Ery Susilo (16), siswa kelas IX SMPN 15 Yogyakarta yang menderita lumpuh layu, pihak sekolah mengaku tidak merasa kerepotan dan keberatan dalam hal mendampingi Ery. Sekolah bahkan sangat memahami kondisi anak didiknya itu. Wakil Kepala Bidang Kurikulum sekolah setempat, Nugroho Agus menyatakan hal tersebut kepada Edupost.ID Rabu (20/5).

“Kami biasa saja, tidak pernah merasa kerepotan maupun keberatan,” ujar Agus.  Pihak sekolah sangat mengapresiasi semangat dan ketekunan Ery dalam hal belajar di sekolah.

Wujud nyata kepedulian yang dilakukan oleh pihak sekolah, menurut Agus adalah pemberian keringanan terhadap Ery untuk beberapa mata pelajaran yang dianggap memberatkan bagi Ery. “Biasanya pada pelajaran-pelajaran yang menggunakan fisik, seperti olah raga dan keterampilan,” ujar Agus.

Ia menambahkan, untuk pelajaran olah raga, Ery hanya diberikan teori ketika teman-temannya melakukan praktik. “Kan tidak mungkin bisa praktik, jadi Ery dikasih teori,” imbuhnya. Selain itu, pada pelajaran kesenian, ketika siswa harus membuat kerajinan tangan, biasanya Ery dibantu oleh guru maupun teman-temannya. Guru juga sudah sangat memahami kondisi Ery, sehingga guru selalu memberikan keringanan untuk Ery.

Demikian juga pada saat UN tahun ini. Pihak sekolah menghimbau kepada pengawas untuk membantu Ery secara teknis saat ujian berlangsung. “Misalnya saat pensil jatuh, pengawas diharap mau mengambilkan,” ujar Agus.

Terkait pengisian Lembar Jawab Komputer (LJK), diakui Agus, jika Ery memang cukup mampu melakukannya. “Paling cuma agak kurang rapi saat menghitamkannya,” imbuhnya. Pengawas juga diharap dapat membantu merapikan pengisisan LJK itu. (Andi)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *