Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Sekolah / Walikota Bongkar Tembok Penghalang MTs Muhamadiyah Karangkajen

Walikota Bongkar Tembok Penghalang MTs Muhamadiyah Karangkajen

Edupost.ID, Yogyakarta – Akses masuk ke MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta unit 2 akhirnya kembali terbuka. Sebelumnya, sekolah yang berada di Jl Sisingamangaraja Gg Kalijaga No.4 Mergangsan, Yogyakarta ini tak memiliki akses masuk. Letak bangunannya berada di dekat sebuah perumahan green house.

Bangunan sekolah yang dibangun sejak dua tahun lalu ini pada awalnya dapat dimasuki lewat jalan kecil di antara perumahan warga di sisi utara sekolah. Namun, sejak pertengahan Desember 2015, pemilik lahan mendirikan rumah di atas lahan yang biasa digunakan untuk akses masuk ke sekolah.

Kepala MTs Muhammadiyah Karangkajen, Sukarni SH MH menjelaskan jika sebelumnya akses masuk siswa melalui jalan utara. “Anak-anak masuk melalui ‘jalan tikus’ di sebelah utara. Namun karena kontrak kami sudah habis, pemilik jalan membangun rumah yang menutup total akses tersebut, anak-anak tidak bisa masuk ke sekolah,” jelas Sukarni, Selasa (5/1).

Satu-satunya langkah penyelesaian membuka akses masuk adalah dengan membuka tembok perumahan yang berada tepat di depan gerbang sekolah, di sisi selatan sekolah.  Sayangnya, warga perumahan menolak membongkar tembok pembatas perumahan itu. Kondis ini tentunya membuat akses masuk ke sekolah ini benar-benar tertutup.

Hingga masuk semester genap sejak 4 Januai lalu, belum ada penyelesaian permasalahan ini. Kondisi itu membuat Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti turun tangan melakukan aksi pembongkaran tembok perumahan agar para guru dan siswa dapat memasuki area sekolah. Pembongkaran pagar dilakukan oleh walikota pada Senin (4/1). Dengan dibongkarnya tembok setinggi 1,5 meter itu, siswa kelas 7 MTs Muhammadiyah Karangkajen yang menempati unit 2  akhirnya bisa melakukan kegiatan belajar mengajar.

Bangunan unit 2 yang berdiri ditanah wakaf dari PAY (Panti Asuhan Yatim) digunakan oleh siswa kelas 7 setelah unit 1 MTS Muhammadiyah Karangkajen dirasa sudah tak mencukupi jumlah keseluruhan siswa.

Sukarni juga tak bisa menyalahkan warga yang membangun rumah di atas lahan sisi utara sekolah. “Itu kan rumah-rumah mereka. Masa iya kita mau melarang orang bikin rumah di atas tanahnya sendiri,” pungkasnya. Ia hanya bisa mengadu ke pihak PDM Kota Yogyakarta sebagai penaung MTs Muhammadiyah Karangkajen, selain juga telah melakukan mediasi dengan pemerintah kota dan warga sekitar. Tapi, segala usaha yang pernah dilakukan tidak pernah membuahkan hasil. (Andi)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *