Kamis , 20 Juli 2017
Home / Kabar Sekolah / Warga Perumahan Terganggu Aktivitas MTs Muhamadyah Karangkajen

Warga Perumahan Terganggu Aktivitas MTs Muhamadyah Karangkajen

Edupost.ID, Yogyakarta – Kasus tertutupnya akses masuk ke Mts Muhamadiyah Karangkajen ternyata sudah berlangsung sejak lama. Bangunan sekolah yang berada di Jl Sisingamangaraja Gg Kalijaga No.4 Mergangsan, Yogyakarta ini memiliki akses masuk yang susah. Satu-satunya akses masuk di sisi utara juga sudah tertutup setelah pemilik lahan mendirikan bangunan rumah di lahan itu.

Tembok perumahan Green House di sisi selatan juga telah menutupi gerbang sekolah. Warga perumahan juga tak bersedia membongkar tembok itu. Warga merasa terganggu dengan aktivitas sekolah jika akses masuk ke sekolah harus melewai perumahan. Mereka tidak mau terganggu dengan lalu lalang para siswa. Padahal, para siswa yang menuju sekolah hanya melewai satu blok di perumahan yang sudah berdiri sejak lama itu.

Wikan Danardono, Ketua RW 23 Brontokusuman, Mergangsan mengatakan, persoalan muncul beberapa bulan terakhir saat pihak sekolah tiba-tiba membuka akses masuk sekolah di bagian selatan gedung tanpa berkomunikasi dengan warga. Pagar tembok perumahan, kata dia, sudah dibangun sejak 1990, sementara gedung sekolah baru dibangun sejak tiga tahun lalu. “Tembok itu sudah ada sejak tahun 1990-an. Kami bikin untuk alasan keamanan. Baru tahun 2013-an sekolah jadi,” tutur Wikan.

Ia khawatir jika akses masuk sekolah menjadi satu kompleks akan mengganggu aktivitas warga perumahan yang terdiri dari 145 rumah, empat RT. “Dengan menggunakan akses yang sama, warga khawatir akan terganggu. Karena nantinya kan tidak hanya untuk akses siswa tapi juga akan ada aktivitas antar jemput siswa sampai pedagang nanti masuk, kami khawatir mengganggu aktivitas warga,” kata Wikan.

Sebelum dibongkar, tembok setinggi kurang lebih 1,5 meter berdiri tepat di depan gerbang MTs Muhammadiyah Karangkajen. Tembok itu terbuat dari batako yang disusun tanpa dilapisi semen, sehingga bentuk tumpukan batako masih jelas terlihat.

MTs Muhammadiyah Karangkajen memiliki siswa berjumlah 418. Siswa MTs Muhammadiyah Karangkajen sebagian adalah anak-anak yatim yang tinggal di Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah, panti asuhan yang langsung didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan. (Andi)

Check Also

Andi Kurniawan, service management region BNI Kantor Wilayah Yogyakarta, memberikan pelatihan kepada para tenaga kependidikan di Fakultas Farmasi UGM.

Tingkatkan Layanan, Fakultas Farmasi UGM Gelar Pelatihan Tenaga Kependidikan

Yogyakarta – Untuk meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa, mitra, atau tamu, Fakultas Farmasi UGM bekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *