Selasa , 24 Januari 2017
Home / Kesehatan / Bahaya Karbon Monoksida dari Kendaraan Bermotor
Bahaya-Karbon-Monoksida-dari-Kendaraan-Bermotor
Ilustrasi: Bahaya Karbon Monoksida. (Foto: mountainalarm)

Bahaya Karbon Monoksida dari Kendaraan Bermotor

Edupost.id – Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun, tidak memiliki warna, bau, rasa, dan awalnya tidak menyebabkan iritasi. Seperti dilansir  wikipedia, terdapat bahaya dari karbon monoksida yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Seperti kematian yang dialami bayi (satu tahun) saat terjebak macet iketika mudik.

Penyebab utama keracunan dari kendaraan bermotor yaitu keluarnya gas karbon monoksida (CO) pada sistem pembuangan yang tidak berfungsi baik karena pipa pembuangan yang tidak dirawat alias bocor. Gejala keracunan akut ringan termasuk kebingungan, sakit kepala, vertigo, dan efek seperti flu. Jika menghirup dalam jumlah banyak menyebabkan toksisitas yang signifikan dari sistem saraf pusat dan jantung, dan kematian. Setelah keracunan akut, gejala jangka panjang sering terjadi. Karbon monoksida juga dapat memiliki efek yang parah pada janin wanita hamil. Paparan kronis tingkat rendah dapat menyebabkan depresi, kebingungan, dan kehilangan memori.

Efek samping dari keracunan CO disebabkan karena adanya gabungan darah (hemoglobin) yang membentuk karboksihemoglobin (HbCO) dalam darah. Hal ini mencegah hemoglobin darah membawa oksigen ke jaringan dan secara efektif mengurangi kapasitas pembawa oksigen darah yang menyebabkan hipoksia.

Keracunan CO terjadi setelah terlalu banyak menghirup gas tersebut. Karbon monoksida merupakan produk pembakaran tidak sempurna dari bahan organik karena pasokan oksigen yang cukup untuk memungkinkan oksidasi sempurna menjadi karbon dioksida (CO2). Gas ini diproduski dari kendaraan bermotor, peralatan ruamh tangga dan lainnya. Paparan pada 100 ppm atau lebih besar dapat membahayakan kesehatan manusia.

Pengobatan keracunan biasanya dengan memberikan 100% oksigen atau memberikan terapi oksigen hiperbarik, walaupun pengobatan optimal masih kontroversial. Oksigen bekerja sebagai penangkal karena meningkatkan penghapusan karbon monoksida dari darah. Keracunan CO dapat dicegah dengan deteksi dini dengan menggunakan detektor karbon monoksida rumah tangga.

Secara historis, gas ini biasa digunakan sebagai metode untuk bunuh diri, biasanya dengan sengaja menghirup asap knalpot dari mesin mobil yang berjalan. Keracunan karbon monoksida menimbulkan spekulasi penyebab rumah berhantu di sejumlah negara. Gejala seperti delirium dan halusinasi menyebabkan penderita berpikir mereka melihat hantu atau percaya bahwa rumahnya berhantu. (Nisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *