Jumat , 26 Mei 2017
Home / Kesehatan / Hati-hati, Bakteri Kebal Antibiotik Bisa Bahayakan Tubuh
Antibiotik
Antibiotik

Hati-hati, Bakteri Kebal Antibiotik Bisa Bahayakan Tubuh

Edupost.ID – Bakteri atau mikroba yang ada dalam tubuh manusia ternyata bisa menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik. Bakteri yang telah kebal terhadap antibiotik, tak akan mati jika pasien menggunakan antibiotik. Akibatnya akan sangat berbahaya, karena bakteri itu akan berkembang biak dan menyerang tubuh manusia secara ganas.

Ahli mikrobiologi UGM, dr. Tri Wibawa, PhD.,Sp.Mk., menjelaskan, tidak semua bakteri akan langsung mati ketika dibunuh oleh antibiotik. Celakanya, bakteri yang masih hidup akan terus berevolusi dan menciptakan pertahanan-pertahanan baru terhadap antibiotik.

“Jika dalam tubuh kita ada 10 bakteri, yang 9 mati dibunuh antibiotik dan yang satu tetap hidup. Yang satu ini akan berevolusi dan berkembang dan akhirnya bisa menyerang kita,” terang dr. Tri dalam diskusi bersama wartawan di UGM.

Apabila terlalu sering digempur oleh antibiotik yang sama, bakteri yang telah berevolusi ini akan menciptakan cara untuk “mengelabui” si antibiotik ini sehingga menjadi kebal terhadap antibiotik. Tak heran jika antibiotik menjadi tak lagi sakti membunuh bakteri.

Penjelasan lain dfiungkapkasn oleh dr. Egi Arguni, Sp.A.,PhD. Menurutnya penggunaan antibiotik yang tepat harus diperhatikan dalam situasi ini. Penggunaan antibiotik harus berdasarkan resep dokter, tidak boleh menggunakan secara sembarangan. Pemggunaan yang tidak sesuai resep dokter akan semakin menimbulkan resistensi bakteri.

“Kalau antibiotik tidak digunakan semestinya, bakteri di tubuh akan menjadi resisten atau bahasan awamnya kebal. Yang terjadi setelahnya, penyakit yang disebabkan bakteri akan sulit untuk disembuhkan, dan jika semakin lama semakin luas kita sampai dalam situasi disaster atau bencana,” terang dr. Egi.

dr Rukmono Siswishanto SpOG menambahkan pemikiran masyarakat bahwa obat antibiotik bisa mengobati segala macam penyakit harus segera diubah. Menurutnya, antibiotik hanya bisa digunakan untuk penyakit yang disebabkan bakteri.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru akan membunuh bakteri dalam tubuh yang sebenarnya masih dibutuhkan. Rukmono menyontohkan, jika bakteri Lactobacillus dalam vagina sangat berguna menjaga keseimbangan pH dalam organ ini. Jika bakteri baik ini terbunuh, maka keseimbangan akan rusak dan muncul jamur yang jadi masalah baru.

“Kalau hanya flu yang mungkin kebanyakan disebabkan virus ya tak perlu pakai antibiotik, kalau sakit tenggorokan minum antibiotik nanti bakteri di vagina juga mati dan malah jadi tumbuh jamur,” pungkas Ruknomo mengumpamakan.

Diakui Rukmono, saat ini penelitian tentang antibiotik tidak secepat transformasi bakteri yang ada di alam. Bakteri yang semakin mudah kebal antibiotik akan sangat berbahaya bagi manusia. (Andi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *