Jumat , 18 Agustus 2017
Home / Kesehatan / Kulit Rambutan Cegah Kerusakan Sel Akibat Asap Rokok
Kulit Rambutan Cegah Kerusakan Sel Akibat Asap Rokok
Kulit Rambutan Cegah Kerusakan Sel Akibat Asap Rokok

Kulit Rambutan Cegah Kerusakan Sel Akibat Asap Rokok

Edupost.ID – Kulit rambutan ternyata memiliki manfaat yang besar karena dapat diolah untuk mengatasi kerusakan sel akibat paparan asap rokok. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian peneliti Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Dr Lisdiana.

Hasil temuan itu disampaikan Dr Lisdiana dalam konferensi internasional dalam bidang pengobatan herbal di Bangkok, Thailand, Rabu-Jumat (25/27/1). Konferensi bertajuk The 2 International Conference on Herbal and Traditional Medicine 2017 “Value-Added of Herbal and Phytotherapy: Challenger for the 21 Century” itu diikuti oleh 411 dari 17 negara.

Dalam forum itu, Dr Lisdiana menyajikan makalah berjudul “The Effect of Rambutan Peel extract (Nephelium lappaceum L) to Total Leucocyte and histological of Rat Lungs Exposed by Cigarette Smoke”.

Dilansir dari laman resmi Unnes, Lisdiana mengungkapkan, kerusakan sel, jaringan, dan organ tubuh yang diakibatkan oleh paparan asap rokok sangat membahayakan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Untuk mengatasi itu, kulit rambutan dapat menjadi bahan antidotum untuk memperbaiki kondisi imunitas dan jaringan paru-paru yang terpapar asap rokok. Oleh karena itu, ia yakin pengembangan kulit rambutan untuk mencegah dan mengatasi kerusakan tersebut memiliki prospek yang bagus dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, peneliti jurusan Biologi UNNES yang lain, Dr dr Nugrahaningsih WH MKes. menyampaikan hasil penelitian tentang pemanfaatan daun singkong dan pepaya untuk mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah. Ia menyampaikan karya ilmiah berjudul “Mineral and Electrolyte Analysis of Manihot utilissima and Carica papaya Leaves: a Prospect of Anti Hypotension Agent”.

Menurutnya, hipotensi atau tekanan darah rendah merupakan suatu kondisi kesakitan yang cukup banyak diderita oleh masyarakat. Belum adanya obat modern untuk terapi hipotensi memberikan peluang untuk mengembangkan bahan tumbuhan menjadi obat.

Lanjutnya, selain sebagai upaya konservasi lingkungan, juga merupakan konservasi budaya. Daun papaya yang dikenal masyarakat dengan “jamu godhong kates” menjadi latar belakang pengembangan bahan obat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *