Kamis , 19 Januari 2017
Home / Kesehatan / Lima Penyakit Berbahaya Akibat Gigitan Nyamuk
Lima Penyakit Berbahaya Akibat Gigitan Nyamuk
Lima Penyakit Berbahaya Akibat Gigitan Nyamuk

Lima Penyakit Berbahaya Akibat Gigitan Nyamuk

Edupost.id – Sudah saatnya kita lebih waspada dengan bahaya yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk karena dapat menyebabkan serangkaian penyakit termasuk demam, nyeri tubuh, mual, muntah, sakit kepala, ruam, hingga sakit kepala. Berikut ini lima jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui nyamuk, dikutip dari laman Zeenews.

1.Malaria

Penyakit kuno asal Afrika ini dapat menyebabkan lebih dari satu juta kematian setiap tahun, kebanyakan kasus terjadi kepada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Sedangkan 40 persen dari populasi dunia rentan terhadap penyakit. Daerah yang paling potensial adalah daerah tropis dan subtropis.

2. Japanese Encephalitis (JE)

JE merupakan sebuah penyakit yang dibawa oleh gigitan nyamuk, penyakit ini biasanya diderita oleh warga di sebagian negara maju. Tak hanya di perkotaan saja, tetapi juga menyerang masyarakat pedesaan. Sekitar 68.000 kasus terjadi setiap tahunnya dan penyakit ini dapat dicegah melalui vaksin.

3. Demam berdarah

Pasien DBD biasanya mengalami pendarahan ringan di hidung dan gusi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, ruam, hingga kasus paling parah menyebabkan kematian. Seperti malaria, demam beradarah tidak dapat dicegah dengan vaksin. Perlindungan terbaik dengan menggunakan obat nyamuk dan langkah-langkah pencegahan lainnya.

4. Chikungunya

Virus chikungunnya diketahui terdapat di lebih dari 60 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Virus ini tidak mengakibatkan kematian. Biasanya pasien mendapatkan gejala seperti nyeri sendi. Bahkan nyeri ini bisa bertahan di dalam tubuh pasien dengan sakit yang kronis. Chikungunya dapat dicegah dengan pakaian berlengan panjang dan obat anti nyamuk.

5. Yellow fever

Yellow fever atau demam kuning merupakan penyakit yang ditularkan lewat nyamuk dan biasanya terjadi di daerah tropis. Pencegahan bisa dilakukan dengan vaksinasi. Pasien umumnya mengalami gejala seperti flu. Hanya sekitar 15 persen kasus akibat penyakit ini yang dapat menyebabkan kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *