Sabtu , 25 November 2017
Home / Kesehatan / Peneliti di Beijing: Polusi Udara Sebabkan Obesitas
obesitas
obesitas

Peneliti di Beijing: Polusi Udara Sebabkan Obesitas

Edupost.ID – Permasalah yang umum yang muncul akibat polusi udara yaitu gangguan pernapasan dan kardiovaskular. Namun, sebuah studi baru membuktikan bahwa polusi udara dapat menambah berat badan atau menyebabkan obesitas. Seperti yang dilansir dari voanews, para peneliti di Beijing menemukan bahwa polusi udara dapat menyebabkan obesitas.

Tim peneliti internasional melakukan ekperimen dengan tikus yang terkena polusi di Beijing. Selama tiga sampai delapan minggu, terdapat perubahan pada berat badan dan masalah pada pernapasannya. Kemudian tim melakukan ekperimen dengan tikus yang hamil.

Para peneliti menemukan bahwa tikus yang hamil setelah menghirup udara tercemar selama 19 hari terbukti mengidap penyakit paru-paru dan hati. Disertai juga peradangan yang cukup berat.

“Sejak peradangan kronis diakui sebagai faktor yang berkontribusi terhadap obesitas dan karena penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas berhubungan erat, temuan kami memberikan bukti jelas bahwa paparan kronis polusi udara meningkatkan risiko untuk mengembangkan obesitas,” kata penulis senior studi tersebut Junfeng “Jim” Zhang, dari Duke University di Nashville, TN dalam siaran pers.

Dibandingkan dengan mereka yang menghirup udara disaring, para peneliti juga menemukan bahwa tikus yang terkena polusi udara memiliki tingkat kolestrol jahat sebanyak 50 persen. Selain itu, ada peningkatan pada trigliserida 46 persen lebih tinggi, 97 persen lebih tinggi kolesterol total dan tingkat yang lebih tinggi dari resistensi insulin. Memiliki tingkat resistensi insulin yang tinggi dapat berpengaruh untuk diabetes tipe 2.

Tim peneliti mengatakan bahwa bayi tikus juga menderita penyakit yang sama seperti induknya. Sebagai contoh, tikus betina selama delapan minggu yang terkena polusi udara 10 persen lebih berat. Sedangkan, tikut jantan 18 persen lebih berat.

“Jika diterjemahkan dan diverifikasi pada manusia, temuan ini akan mendukung kebutuhan mendesak untuk mengurangi polusi udara, mengingat pertumbuhan beban obesitas di dunia yang sangat tercemar saat ini,” ujar Zhang.  (Nisa)

Check Also

Universitas Indonesia (UI)

UI Jadi Tuan Rumah GIS Day Pertama di Indonesia

Edupost.id – UKM Kelompok Studi Geografi (KSG) UI berkolaborasi dengan Esri Indonesia dan Badan Informasi Geospasial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *