Senin , 11 Desember 2017
Home / Kesehatan / Waspada, DBD Pengaruhi Fungsi Penglihatan
DBD dapat memengaruhi fungsi penglihatan. foto : indiatimes

Waspada, DBD Pengaruhi Fungsi Penglihatan

Edupost.id, – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang berbahaya dan melemahkan. DBD disebabkan nyamuk Aedes Aegypti. Namun, anda harus waspada karena penyakit ini dapat mempengaruhi kerja mata. Seperti yang dilansir dari Zeenews, DBD dapat memberikan dampak negatif pada penglihatan dan dalam kasus yang jarang terjadi menyebabkan kebutaan.

Para ahli menyarankan untuk mengambil diagnosis awal karena merupakan kunci untuk mengendalikan kerusakan yang terjadi pada mata. Hingga saat ini, ibukota negara dari Delhi melaporkan lebih dari 280 kasus DBD dan dua orang tewas tahun ini akibat penyakit yang dibawa nyamuk. Tapi, tidak ada cukup data penyakit mata disebabkan DBD.

Pendapat dari para ahli yaitu hanya berkisar antara 5-6 persen, pasien yang mengalami maslah pada matanya. Mereka mengatakan masalah pada mata terlihat pada sebagian besar pasien DBD meskipun jarang menyebabkan kebutaan.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam ‘Survey of Ophthalmology’, sebuah jurnal medis, menyatakan bahwa saat timbulnya gejala okular (berkisar dua hari), dalam banyak kasus pasien menderita kerusakan mata ketika jumlah trombosit mereka turun parah.

“Tidak ada pengobatan yang efektif dikenal untuk retina yang rusak. Surveilans aktif dan terapi steroid adalah modalitas pengobatan utama yang digunakan. Dalam beberapa kasus, para dokter juga bereksperimen dengan terapi imunosupresif untuk mempercepat pemulihan klinis,” tulisan dalam jurnal negara.

Menurut World Health Organisation  (WHO), wabah DBD dalam beberapa dekade terakhir meningkat secara drastis. Serta mengancam setengah dari populasi di dunia. Tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah yang parah. Namun ada carayang dapat diambil untuk mencegahan DBD.

Seperti menggunakan obat nyamuk, memakai pakaian yang menutupi lengan, kaki dan kaki dan menjaga lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko. Deteksi dini dan akses ke perawatan medis yang tepat juga dapat menurunkan tingkat kematian di bawah 1%. DBD yang parah juga merupakan penyebab utama dari penyakit serius dan kematian pada anak di beberapa negara Asia dan Amerika Latin. (Nisa)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *