Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Kesehatan / Waspada, Flu Singapura Menyerang Anak dan Dewasa

Waspada, Flu Singapura Menyerang Anak dan Dewasa

Edupost.ID, Bogor – Bila anda memiliki demam dan munculnya ruam di mulut berupa bintik merah yang kemudian menjadi melepuh, waspadalah. Itu adalah gejala dari Flu Singapura atau HFMD (Hand, Foot, Mouth Disease atau Tangan, Kaki, dan Penyakit Mulut). Seperti yang dilansir dari Sains-Gatget, Flu Singapura dapat menyerang anak dan orang dewasa.

HFMD paling sering menyerang anak di bawah usia 10 tahun. Namun, semua orang memiliki resiko terinfeksi Flu Singapura. Bayi, anak, dan remaja lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit HFMD ini karena antibodi dan kekebalan mereka lebih lemah daripada orang dewasa.  Saat ini, kasus Flu Singapura sedang marak terutama di Indonesia. Virus yang berasal dari kelompok enterovirus (non-polio) merupakan penyebab HFMD. Di dalamnya termasuk Coxsackie tipe kelompok A (A1-A24), Coxsackie tipe B (B1-B26), Echovirus (kelompok 1-33), dan Enterovirus (68-71). Penyebab paling umum dalam kasus rawat jalan adalah Coxsackie A16. Sementara, infeksi enterovirus yang memerlukan perawatan biasanya menyebabkan Enterovirus 71.

Gejala HFMD demam dimulai selama dua-tiga hari, diikuti dengan sakit tenggorokan (faringitis), tidak nafsu makan (tapi masih mau minum susu bagi bayi dan anak), pilek, yang merupakan gejala flu pada umumnya tidak mematikan. Kemudian, timbul vesikel (cairan benjolan) pada mulut, kemudian pecah, luka atau lecet di mulut seperti sariawan di lidah, gusi, pipi dalam, terasa menyakitkan sehingga sulit untuk menelan.

Ruam yang muncul di telapak tangan dan kaki akan terasa gatal. Kadang-kadang ruam muncul pada bokong dan kadang-kadang hanya di mulut dan tangan. Umumnya, ruam ini akan membaik dengan sendirinya dan tidak perlu perawatan di rumah sakit.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi di musim panas. Penularan melalui saluran pencernaan, saluran pernapasan, yaitu dari air liur, lendir hidung, tinja, cairan dari luka, dan cairan tubuh lainnya. Kontak tidak langsung dapat terjadi melalui barang, handuk, pakaian, peralatan makanan dan mainan yang terkontaminasi sekresi (cairan) tubuh. Sejak mulai terinfeksi sampai gejala mulai muncul (masa inkubasi) adalah 3-7 hari. Demam adalah gejala pertama HFMD dan akan menularkan penyakit dalam minggu pertama ketika seseorang terjangkit.  (Nisa)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *