Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Khazanah / Ceramah Nouman Ali Khan, Berubahnya Fungsi Al Quran
Ceramah-Nouman-Ali-Khan-Berubahnya-Fungsi-Al-Quran
Nouman Ali Khan. (Foto: vimeo)

Ceramah Nouman Ali Khan, Berubahnya Fungsi Al Quran

Edupost.id – Nouman Ali Khan merupakan ulama muda yang populer di Amerika Serikat. Seperti dilansir BersamaIslam, dalam ceramah ia menjelaskan surat Al Hadid mengenai fungsi Al Quran  yang berubah di zaman modern dan alasan turunnya Al Quran.

Dia adalah founder sekaligus CEO Bayyinah, sebuah lembaga yang fokus pada kajian Al Quran. Salah satu media dakwahnya adalahBayyinah TV yang banyak mempublikasikan ceramah ustadz Nouman.

Berikut kutipan ceramah Nouman Ali Khan: Allah telah jelaskan bahwa hati manusia itu akan menjadi keras seperti orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), kenapa? karena mereka membaca kitab dan melafalkannya, tapi mereka tidak mengerti sama sekali isi kitab tersebut.

Mereka tidak peduli, mereka tidak menggunakan kitab tersebut untuk melembutkan hati mereka, untuk ‘berbicara’ dengan Allah. Mereka tidak memiliki apa yang harusnya mereka dapatkan dari kitab itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Para ahli kitab itu tidak mendapatkan manfaat (dari kitab ini) sama sekali. Mereka memiliki Taurat dan Injil tapi tidak mendapatkan manfaat apapun”. Para muslim akan menjadi seperti mereka.

Kaum muslimin akan datang kepada para imam dan berkata, “Imam Shaab, aku terserang demam, ayat manakah yang harus aku bacakan?”, “Putriku akan menikah, surat manakah yang harus ditampilkan setelah DJ selesai tampil?”, “Doa yang mana dari Al Quran yang harus aku bacakan ketika aku sedang mencari pekerjaan?”

Hanya itukah arti Al Quran bagimu? Kamu bilang mencari berkah dalam semua hal, apakah Al Qur an memberikan barakah kepada acara pesta dan seremonimu? Untuk itukah Al Quran diturunkan?

Apakah Al Quran turun supaya kau dapat menyewa seseorang dalam acara pernikahanmu? Lalu ia datang dan membacakan Al Quran kemudian meletakkan selendang di atas kepala pengantin?

Atau Al Quran turun agar kau dapat memiliki hiasan dinding besar yang bertuliskan ayat di dalam rumahmu? Hiasan dinding besar surat Al-Ashr di dalam rumah yang kau pajang di samping TV puluhan inch?

Untuk itukah Al Quran turun? Supaya kau dapat menggantungkan tulisan ayat kursi di kaca spion depan mobilmu? Karena kau tidak memiliki ‘air bag’ sebagai pengaman? Untuk itukah Al Quran turun? Apa yang terjadi? Apa telah kita lakukan pada Al Quran selama ini? Apa yang telah kita buat sampai mengubahnya? Ini adalah hal yang teramat penting.

Allah menurunkan petunjuknya seperti ini. Telah banyak orang yang meneteskan darah agar dapat mengubah hidupnya sesuai dengan petunjuk isi kitab. Tapi sekarang Al Quran hanya menjadi sebuah kitab seremoni. Ini membuat hati hancur dan menyakitkan.

Kita membalut kitab ini, dan mencetaknya di atas sutra, lalu kita mengadakan pameran seni Al Quran. Kita merayakan anak-anak kita yang berhasil menghafalkan Al Quran, Tapi kita tidak menangis ketika anak-anak itu beranjak dewasa tapi tidak mengetahui apa yang mereka bacakan.

Mereka tetap tidak mengerti dan kita tetap merayakannya. Setiap tahun. Lalu anak-anak itu memimpin shalat tarawih tapi mereka tidak mengerti apa yang ia bacakan. Lalu apa yang kalian harapkan dari para makmumnya?

Pria yang memimpin shalat saja tidak mengerti. Ada yang salah dengan ini semua. Ini tidak normal, seharusnya keadaan tidak seperti ini. Tapi kitalah yang telah membuatnya. Dan anak-anak kita, ketika kita membangun hubungan palsu dengan Al Quran, anak-anak itu menghafal Al Quran dan tujuan besarnya hanyalah, “Aku akan memimpin shalat tarawih tahun ini”.

Al Quran bukanlah sebuah piala. Al Quran bukanlah bertujuan agar kau mendapatkan hadiah ketika membacakannya. Bukan itu. Aku bertemu dengan beberapa anak yang menghafal AlQur’an dan mereka mencari tempat (mesjid) untuk memimpin shalat tarawih karena bulan Ramadhan akan tiba.

Dan mereka berkata, “Hei berapa mereka akan bayar? mesjid yang ini berapa? hadiah apa yang akan kau dapat dari mesjid itu?” Mereka malah membicarakan apa yang akan mereka terima atau berapa upah ketika memimpin shalat.

Ini harus menjadi perhatian kita. Inikah yang telah kita lakukan dengan Al Quran? Kita yang melakukan ini bukan orang lain. Jangan salahkan pemerintah. Kitalah yang melakukan ini pada kitab Allah,  Tidakkah kau berpikir Allah akan meminta pertanggungjawaban kita tentang ini semua? Bagaimana seharusnya?

Dulu para penghafal AlQur’an disebut juga dengan Hamilat Quran. Pembawa Al Quran. Karena mereka mengerti bahwa mereka sedang membawa tanggung jawab yang besar. Dan aku tidak menuding ini terhadap anak-anak yang menghafal AlQur’an, ini bukan salah mereka. Ini salah kita karena tidak mengajarkan lebih jauh. (Nisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *