Senin , 21 Agustus 2017
Home / Khazanah / Empat Golongan yang Tertipu Menurut Imam Ghozali
Imam Al Ghazali
Imam Al Ghazali

Empat Golongan yang Tertipu Menurut Imam Ghozali

Edupost.id, Yogyakarta – Imam Al Ghozali dalam kita Ihya` Ulumuddin menyebut ada empat golongan orang yang tertipu. Mereka menyangka dapat mendekatkan diri kepada Allah, tapi ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Empat golongan yang dimaksud adalah Golongan ulama, Abid (orang yang suka beribadah), sufi, dan orang yang memiliki harta.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Roy Purwanto, Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) dalam ceramahnya beberapa waktu lalu di Masjid Baitul Qohhar Kampus UII. Ia menerangkan, seorang ulama yang tertipu adalah ulama yang alim merasa bahwa ilmu itu adalah mulia, tap lalai dan tertipu daya dengan sibuk mengajarkan ilmu tanpa membekalkan amal ibadah dan mengamalkannya terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada orang lain, ini adalah penyakit ghurur. Selain itu, terkadang ada pula ulama yang sombong dengan ilmunya, sehingga menganggap orang lain lebih hina dan rendah dibanding dirinya.

Golongan ‘Abid menurut Al Ghozali juga tidak lepas dari penyakit tertipu. Seorang hamba yang rajin beribadah, seperti sholat, puasa, zakat, shodaqoh, dan lainnya tetapi menjadi sombong karenanya, juga termasuk tertipu. Seseorang yang melaksanakan zuhud dan ibadah , bertaubat dan berzikir, merasakan bahwa dia telah sampai kepda derajat kezuhudan, telah sampai kepada derajat makrifah kepada Allah, padahal hatinya masih tersimpan segudang kecintaan terhadap dunia, mengaharap pangkat dan kedudukan, mengharap pujian dan penghormatan.

Golongan sufi disebut tertipu ketika mereka merasa telah berbuat zuhud dan wara`, memakai pakaian yang usang dan bau, mementingkan bersih hati, tetapi segala anggota tubuh kotor dengan maksiat dan dosa. Para sufi juga harus berhati – hati dengan bisikan iblis yang menyesatkan.

Golongan terakhir yang tertipu adalah orang yang memiliki harta. Seseorang yang mendewakan harga dan lupa kepada Allah dapat disebut pemilik harta yang tertipu. Seseorang yang membangun masjid, menyantun anak yatim, membantu korban bencana alam, tetapi ingin dipuji, juga termasuk orang yang tertipu.

Dr. Muhammad Roy pada akhir khutbahnya mengajak umat islam untuk tidak menjadi empat golongan itu. Menurutnya, umat harus berhati – hati dalam bertindak agar tidak menjadi orang yang tertipu. (Andi)

Check Also

Kejuaraan Taekwondo Tingkat Pelajar Diselenggarakan di UII

Kejuaraan Taekwondo Tingkat Pelajar Diselenggarakan di UII

Edupost.id- Kejuaraan Taekwondo Nasional Tingkat Pelajar memperebutkan trofi bergilir DKS Cup Kanisius Sengkan diselenggarakan  di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *