Selasa , 21 November 2017
Home / Khazanah / Enam Orang Ini Disebut Beruntung Jadi Pewaris Surga

Enam Orang Ini Disebut Beruntung Jadi Pewaris Surga

Edupost.id – “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,” demikian firman Allah dalam QS Al Mu’minun : 1. Dalam firman-Nya ini, Allah hendak menegaskan bahwa menjadi seorang beriman tidaklah sia-sia. Hal ini disampaikan oleh Ainurrahim Faqih, dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul Qohhar UII, Jumat (3/11).

“Orang beriman bukanlah orang kafir, bukan orang fasik, merekalah orang yang akan beruntung,” kata Ainurrahim dalam khutbahnya.

Dosen Fakultas Hukum UII itu melanjutkan, keberuntungan seorang beriman ini adalah akan menjadi pewaris surga. Ini ditegaskan Allah dalam QS Al Mu’minun : 10-11, “Mereka itulah yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

Dijelaskan, ada enam ciri orang beriman yang menurut Allah akan beruntung mewarisi surga Allah. Seperti termaktub dalam QS Al Mu’minun : 1-9, Inilah ciri-ciri mukmin yang beruntung :

1. Orang-orang yang khusyu dalam shalatnya

Orang yang khusyu dalam shalatnya adalah seolah menegaskan permohonan seorang hamba kepada Allah. Seorang hamba yang beriman tidak akan merasa hebat di hadapan Allah Yang Maha Hebat, tidak akan merasa kaya di hadapan Allah Yang Maha Kaya. Untuk menjadi mukmin yang beruntung, standar ibadah sholat yang harus dipenuhi adalah sholat yang dikerjakan dengan khusyu dan dengan sepenuh kesungguhan hati.

2. Orang yang tidak melakukan perbuatan sia-sia

Sebagai seorang mukmin yang baik, sudah semestinya kita meninggalkan hal-hal yang tak berguna. Lebih baik menggunakan waktu secara produktif atau dengan mendekatkan diri kepada Allah.

3.Orang yang menunaikan zakat

Seorang beriman akan meyakini, bahwa di dalam harta yang dimiliki terdapat hak orang lain. Harta hanyalah titipan Allah yang bisa sewaktu-waktu diambil kembali. Oleh karenanya, orang beriman selalu sadar untuk mengeluarkan zakat.

4.Orang yang memelihara kemaluannya

Memelihara kemaluan tidak hanya sekadar memelihara diri dari perbuatan zina, tetapi juga menghindarkan diri dari hal-hal yang mendekati zina.

5.Orang yang memelihara amanat dan janji

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk teguh memegang amanah dan juga janji. Amanat hidup terbesar seorang mukmin adalah menjalankan perilaku di jalan kebenaran sesuai perintah Allah dan sunah Rasul.

6.Orang yang memelihara shalatnya

Memelihara shalat tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban semata. Yang tidak kalah penting adalah menjalankannya dengan baik, tepat waktu dan tepat aturan. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *