Rabu , 13 Desember 2017
Home / Khazanah / Makna Malam Lailatul Qadar menurut Rais Majelis Ilmu NU
Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar

Makna Malam Lailatul Qadar menurut Rais Majelis Ilmu NU

Edupost.id – Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan diyakini akan turun malam lailatul qodar. Ini adalah malam utama yang sangat ditunggu oleh umat islam. Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadzh Nahdlatul Ulama, KH Ahsin Sakho Muhammad menjelaskan, salah satu ciri datangnya malam lailatul qadar atau malam seribu bulan.

Menurut para ulama, ciri datangnya malam lailatul qadar adalah suatu malam dengan cuacanya yang cerah dengan anginnya yang semilir. Malam lailatul qadar itu lebih utama dari pada seribu bulan, maksudnya adalah malam itu mempunyai keutamaan yang berlipat-lipat dibandingkan dengan malam-malam lain dan tidak harus kita hitung atau kita tuliskan dalam angka-angka kuantitatif.

Guru besar Ilmu Al-Qur’an itu menambahkan, malam lailatul qadar ini tidak untuk semua orang. Malam ini khusus bagi umat Islam yang pada malam itu dalam keadaan terjaga dan sedang beribadah kepada Allah SWT.

Waktu tepatnya malam lailatul qadar memang tidak disebutkan secara pasti, agar umat Islam tidak pragmatis, tidak serta merta hanya menjalankan ibadah dengan mengincar satu malam itu saja. Para ulama memberikan ancang-ancang, malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil pada sepertiga malam terakhir di bulan Ramadhan, pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29, disertai ciri-ciri atau gambaran suasana malam yang cerah.

KH Ahsin menyebut, salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam agar mendapat lailatul qadar adalah i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid walaupun hanya sejenak. Namun, jika tidak bisa beri’tikaf sepanjang malam, maka pastikan kita menjalankan shalat Isya’ dan tarawih berjamaah, kemudian selepas sahur juga berjamaah shalat subuh di masjid. (Andi/NU online)

Check Also

pramuka-jaga-pos-mudik-lebaran

Lebaran, Kwarda Pramuka DIY Buka 16 Posko Mudik

Edupost.id, Yogyakarta – Menghadapi arus mudik 2016, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *