Senin , 5 Desember 2016
Home / Khazanah / Menjadikan Diri Sebagai Pemimpin Yang Jujur
Cara-Menghafal-Al-Quran-Semudah-Al-Fatihah
Ilustrasi: Ayah dan Anak sedang Membaca Al Quran. (Foto: alquranhometutor)

Menjadikan Diri Sebagai Pemimpin Yang Jujur

Edupost.ID- Kejujuran akan membawa pelakunya menuju surga, namun sebaliknya kebohongan akan membawa pelakunya menuju ke neraka. Nabi SAW bersabda,“Hendaklah kamu selalu jujur. Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kejujuran dia tercatat di sisi Allah seorang yang jujur. Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada keburukan dan keburukan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta, dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)” (HR al-Bukhari).

Kejujuran ialah syarat yang mutlak bagi seorang pemimpin, karna tidak hanya membawa diri sendiri kepada kebaikan namun juga oranglain termasuk rakyatnya. Selama memimpin ia akan mencintai rakyatnya, Allah pun mencatatnya sebagai orang yang berhati mulia. Dilansir dari Everymuslim.com

Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang yang diamanati oleh Allah memimpim kemudian ketika ia mati, ia masih menipu rakyatnya melainkan pasti  Allah mengharamkan baginya surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Pemimpin jujur, menjaga dan menunaikan amanatnya, bukan hanya didoakan kebaikan, tetapi juga dicintai Allah dan Rasul-Nya. Bicaralah jujur, serta menepati janji, dan tidak usil, merupakan ciri seorang pemimpin. Sebaliknya, pemimpin yang membohongi rakyatnya dan mengkhianati amanat yang telah diembankan kepadanya oleh rakyatnya, bukan hanya tidak mendapatkan cinta Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga disebut sebagai orang yang tidak beriman dan tidak beragama.

Perlunya rakyat memilah seseorang kandidat pemimpin, dari sudut pandang kepercayaan dan tekat seseorang. Karena pemimpin jujur akan membawa keselamatan bagi rakyatnya, bukan malah menjadi munafik, berbicara dusta, ingkar janji dan berkhianat.

Nabi SAW bersabda, “Pemimpin-pemimpin pilihan di antara kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Adapun pemimpin-pemimpin yang jahat di antara kalian ialah orang-orang yang kalian tidak menyukai mereka dan mereka pun tidak menyukai kalian, juga yang kalian mencela mereka dan mereka pun mencela kalian” (HR Muslim). (Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *