Jumat , 24 November 2017
Home / Khazanah / Perempuan Muslim di New York Nyaris Dibakar
Wanita muslim di Amerika
Wanita muslim di Amerika (foto: nytimes)

Perempuan Muslim di New York Nyaris Dibakar

Edupost.id – Seorang wanita muslim berusia 35 tahun tengah berdiri di luar sebuah butik pakaian di Park Avenue. New York. Tiba-tiba ia menyadari bajunya terbakar dan saat itu ia melihat seorang laki-laki berdiri di sampingnya sambil memegang pemantik di tangannya.

Para penyelidik Kota New York masih melakukan pencarian terhadap pria tersebut. “Ia (perempuan itu) menepuk-nepuk badannya untuk mematikan api dan melihat ada seorang laki-laki berdiri di sampingnya sambil memegang pemantik di tangannya,” tutur kepolisian.

Kepolisian mengatakan mereka sedang menyelidiki peristiwa yang dialami perempuan itu sebagai kasus kejahatan berbau kebencian. Insiden tersebut terjadi satu hari sebelum berlangsungnya peringatan ke-15 tahun serangan 11 September 2001. Media setempat melaporkan bahwa perempuan tersebut adalah wisatawan dari Skotlandia.

“Korban tidak mengalami luka-luka dan menolak untuk mendapatkan pelayanan medis,” kata kepolisian. Pihak berwenang tidak menyebutkan nama perempuan nahas itu. Tersangka pelaku pembakaran sudah kabur ketika para polisi tiba di lokasi kejadian. Pada Selasa, kepolisian mengeluarkan gambar tersangka yang diambil dari video CCTV.

Organisasi masyarakat muslim Amerika Serikat, Council of Islamic American Relations, mengutuk insiden tersebut, yang disebutnya merupakan lanjutan dari peningkatan jumlah serangan yang menargetkan para warga Muslim di Amerika Serikat. “Sudah saatnya bagi wali kota dan NYPD (Kepolisan Kota New York) mengerahkan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menyelidiki dan mencegah serangan-serangan terhadap masyarakat Muslim,” katanya.

Bulan lalu, seorang pria membunuh seorang pemuka agama Islam dan rekannya di jalanan ketika mereka baru meninggalkan sebuah masjid di wilayah Queens, Kota New York. (IK-SS)

Check Also

Remaja 15 Tahun Ini Ciptakan Emoji Hijab

Edupost.id – Rayouf Alhumedhim, remaja berjilbab ini menyadari perlunya emoji (ikon dalam percakapan internet) sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *