Senin , 26 Juni 2017
Home / Khazanah / Pergantian Musim di Bumi Bermanfaat bagi Keseimbangan Alam
Pergantian Musim di Bumi bagi Keseimbangan Alam
Pergantian Musim di Bumi bagi Keseimbangan Alam (Foto: mirima.blgspot)

Pergantian Musim di Bumi Bermanfaat bagi Keseimbangan Alam

Edupost.id- Berkaitan dengan beberapa bencana yang terjadi akibat juga dari peralihan musim di dunia, memberikan keseimbangan bagi alam dan kelangsungan kehidupan manusia. Di beberapa negara atau wilayah tertentu, terdapat empat musim yang silih berganti.

Dengan memperhatikan keadaan matahari saat terbit maupun tenggelam, sehingga terjadi perputaran waktu serta musim. Dilansir dari moeslim.com, Ibnu Qoyyim Al Jauziah, seorang ulama yang membahas fungsi dari pergantian empat musim.

“Dan sesungguhnya kami telah menghukum Firaun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, agar mengambil pelajaran,” (Al-A’raf Ayat 130).

Musim dingin, hawa panas tersimpan dalam perut bumi, namun di luar dalam keadaan dingin. Kondisi hewan akan kuat, begitupun alam dan manusia. Pada musim semi, tanaman mulai merekah. Musim gugur tiba, udara mulai berubah menjadi dingin. Suhu panas berangsur lenyap. Allah menciptakan musim ini dengan hikmah-Nya untuk fase transisi antara musim panas dan dingin. Dengan demikian, binatang tidak mati yang disebabkan perubahan cuaca secara tiba-tiba.

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di Bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikannya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal,” (Az-Zumar Ayat 21).

Musim panas bisa menjadi menakutkan apabila berlangsung dalam waktu yang begitu lama. Kemudian Saat musim gugur tiba, manusia bisa melihat daun tanaman mulai berwarna kuning dan berguguran untuk menyambut musim berikutnya, yakni musim dingin atau salju. (Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *