Rabu , 23 Mei 2018

Recent Posts

Recent Posts

Recent Posts

PPDB Terapkan Zonasi, Sekolah Favorit Siap-siap Tak Bisa Seleksi Siswa

Edupost.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dengan sistem zonasi diprediksi membuat sekolah yang dianggap favorit terancam tak bisa pilih-pilih siswa yang berkualitas berdasarkan nilai USBN SD. Ini terjadi karena yang menjadi standar utama adalah jarak rumah yang berdekatan dengan sekolah.

Namun, sebagai salah satu sekolah yang dianggap favorit, SMP Negeri 8 Yogyakarta tak khawatir dengan hal itu.
Kepala SMP Negeri 8 Yogyakarta, Nuryani Agustina, mengaku sudah siap menerima siswa dengan kualitas yang beragam melalui PPDB tahun ini. Pihaknya tak lagi bisa memilih siswa berdasarkan nilai USBN SD, karena menggunakan sistem zonasi.

“Kami tidak khawatir dengan input yang kemungkinan lebih rendah, kami akan tetap meyani semua siswa. Yang pasti kami akan bekerja lebih keras tahun ini, ” ungkap Nuryani ketika dijumpai Senin (21/5).

Nuryani menambahkan, pihaknya akan tetap berupaya untuk mempertahankan kualitas sekolahnya meski dengan input yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Pihaknya sudah merancang program khusus jika nantinya input siswa baru tidak sebagus tahun sebelumnya.

Sistem pendidikan dan fasilitas yang dimiliki sekolah ini, kata Nuryani, diyakini akan mampu mencetak siswa unggul bagaimanapun input siswanya. Diapun bertekad akan mempertahankan kualitas pendidikan di sekolahnya.

Ditambahkan, sebagai sekolah pemerintah, pihaknya hanya menjalankan keputusan pemerintah. PPDB zonasi adalah program pemerintah yang harus dilksanakan.

“Pada prinsipnya kami selalu siap melaksanakan PPDB tahun ini, karena ini program pemerintah, ” ucapnya.

Daripada Corat Coret, Sekolah Ini Suruh Siswanya Pakai Baju Adat

Edupost.id – Kepala SMP Negeri 8 Yogyakarta, Nuryani Agustina mewajibkan seluruh siswa kelas 9 mengenakan pakaian Jawa saat mengikuti upacara pelepasan siswa. Upacara pelepasan ini sekaligus penyampaian pengumuman kelulusan bagi siswa kelas 9, akan digelar pada Sabtu (26/5).

“Untuk mencegah siswa melakukan corat coret, kami wajibkan siswa kelas 9 mengenakan pakaian adat Jawa saat acara pelepasan siswa, ” terang Nuryani, Senin (21/5).

Tidak hanya dihadiri oleh siswa, acara pelepasan siswa juga dihadiri orangtua siswa. Saat itu orangtua akan mengetahui hasil belajar putra-putrinya.

“Dapat hasilnya kan tanggal 25, tanggal 26 kami langsung umumkan. Tapi baru nilai UN-nya. Nilai UN kan dibutuhkan untuk mendaftar di jenjang yang lebih tinggi, ” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk memundurkan jadwal penyerahan hasil UN dari pusat ke provinsi. Jadwal yang semula ditetapkan tangga 18 Mei 2018 akhirnya diundur tanggal 22 Mei 2018.

Aksi Radikalisme, FSGI Ingatkan Sekolah Tiga Hal Ini

Edupost.id – Belakangan ini terjadi aksi terorisme yang melibatkan anak-anak. Terkait hal ini, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memiliki catatan khusus untuk menekan upaya radikalisasi di dunia pendidikan khususnya di sekolah.

FSGI menilai, hal pertama yang perlu disadari bahwa ideologi radikalisme yang berujung dengan aksi kekerasan berawal dari cara pandang yang tidak menghargai perbedaan. Bibit-bibit radikalisme sudah tumbuh sejak dini di sekolah melalui pendidikan.

“Pembelajarannya tidak didesain menghargai perbedaan. Sehingga para siswa dan guru terjebak pada intoleransi pasif, yaitu perasaan dan sikap tidak menghargai akan perbedaan (suku, agama, ras, kelas sosial, pandangan keagamaan dan pandangan politik), walaupun belum berujung tindakan kekerasan. Model intoleransi pasif inilah yang mulai muncul di dunia pendidikan kita,” kata Sekjen FSGI, Heru Purnomo.

Kedua, selama ini praktik pembelajaran di kelas masih berpusat pada guru. Guru menerangkan pelajaran, siswa mendengar. Praktek seperti ini kerap menjadi sarana menyebarkan bibit radikalisme di kelas.

“Penyemaian radikalisme terjadi ketika guru terbiasa mendoktrin pelajaran, apalagi dalam ilmu sosial dan agama. Tidak terbangunnya suasana pembelajaran dialogis, mendengarkan pendapat argumentasi siswa,” ujar Wakil Sekjen FSGI, Satriwan Salim yang juga guru di SMA Labschool Jakarta.

Ketiga, FSGI menemukan bahkan ada guru yang tiap hari mem-posting di akun FB-nya berita-berita hoaks dari sumber tak kredibel. Aktif me-reshare tautan dan video bermuatan kebencian SARA. Dan konten-konten yang memojokkan salah satu kelompok politik di negara.

Ditambahkan, ketika mengajar di kelas, masih ada guru yang membawa pandangan politik pribadinya ke dalam kelas. Ini akan membuat siswa terpengaruh praktik intoleransi.

Masuknya bibit radikalisme ke sekolah, menurut Heru, teradi karena sekolah cenderung tidak memperhatikan secara khusus dan ketat perihal kegiatan kesiswaan, apalagi terkait keagamaan. Tak adanya screening oleh guru atau kepala sekolah terhadap pemateri keagamaan yang diambil dari luar sekolah juga makin memengaruhi bibit radikalisme di sekolah.

Wow, PPDB SMP di Sleman Berbasis Zonasi Kecamatan

Edupost.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Sri Wantini menuturkan, seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Kabupaten Sleman menggunakan sistem zonasi kecamatan. Sebanyak 54 SMP negeri di wilayah ini terbagi dalam empat zona, yakni zona barat, tengah, timur, dan utara.

Zona barat meliputi sekolah yang ada di Kecamatan Godean, Moyudan, Gamping, Minggir dan Seyegan. Zona tengah, meliputi Kecamatan Mlati, Ngaglik, Sleman dan Tempel. Zona timur, Kecamatan Prambanan, Berbah, Kalasan dan Depok. Sedangkan zona utara, untuk kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi dan Ngemplak.

Dalam PPDB tahun ini, siswa disarankan tetap memilih di zona masing-masing. Namun, siswa juga tetap diizinkan memilih di luar zona dengan konsekuensi tertentu.

“Kalau mendaftar dalam satu zona, ada tambahan nilai 20. Kalau di luar zona tapi dalam satu kabupaten tambahannya hanya 10. Sedangkan dari luar kabupaten tidak ada tambahan nilai,” ujarnya.

Wantini menegaskan, perhitungan zonasi didasarkan pada alamat sesuai dengan Kepala Keluarga (KK). Meski berasal dari SD di zona barat, jika alamat KK di zona timur, siswa tersebut tetap dianggap berasal dari zona timur.

PPDB Kabupaten Sleman dibuka pada hari 4 – 6 Juli, proses seleksi dilakukan pada
6 Juli, setelah penutupan
pendaftaran.
Hasil seleksi akan diumumkan pada 7,9, dan 10 Juli pukul
09.00 s.d.14.00 WIB.

Maag Kambuh saat Puasa? Ikuti Langkah Ini untuk Mencegahnya

Edupost.id – Bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa bagi kaum muslim. Bagi penderita asam lambung, berpuasa akan menjadi gangguan saat menjalani puasa.

Namun, tidak perlu khawatir. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah asam lambung berlebih. Dilansir dari laman Boldsky, berikut Langkah-langkahnya.

1. Minum Air Hangat

Banyak ahli kesehatan menyarankan untuk minum air putih hangat ketika berbuka puasa. Namun, disarankan minum air hangat dengan kuantitas yang tak terlalu banyak. Minum terlalu banyak justru dapat meningkatkan problem pada asam lambungmu.

2. Minum Susu Dingin

Susu sangat bermanfaat untuk menetralkan asam lambung berlebih dan menjaga pencernaan. Minum susu dingin tanpa gula juga dapat membantu mengurangi rasa panas dalam perut akibat asam lambung berlebih.

3. Konsumsi Banyak Buah

Buah-buahan yang disarankan dikonsumsi di antaranya pisang dan melon. Kedua buah ini sangat baik untuk mencegah asam lambung berlebih. Selain itu, pisang juga mengandung serat yang tinggi sehingga bisa menjaga level pH di dalam tubuh.

4. Air Kelapa

Air kelapa dapat menetralkan asam lambung berlebih dan menjaga level pH dalam tubuh. Minuman ini sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia.

Recent Posts

Recent Posts

=[Tutup Klik 2x]=