Rabu , 18 Januari 2017
Home / Metode Pembelajaran / Belajar Anatomi Tubuh dengan Badan Si Badun
Belajar-Anatomi-Tubuh-dengan-Badan-Si-Badun
Badan Si Badun. (Foto: ruangbelajar)

Belajar Anatomi Tubuh dengan Badan Si Badun

Edupost.id – Belajar anatomi tubuh menjadi lebih mudah dengan menggunakkan Badan Si Badun. Badan si Badun merupakan alat belajar anatomi tubuh manusia beserta bagian-bagiannya. Seperti yang dijelaskan Trisa Melati dalam buku Ruang Belajar, alat ini bersifat visual dan dibuat semenarik mungkin agar bisa merangsang minat belajar siswa.

Alat dan bahan:

1. Dasar berwarna putih, sesuaikan dengan persediaan. Bisa menggunakan triplek yang dicat putih atau sekedar karton manila berwarna putih. Buatlah ukuran yang agak besar supaya bisa jelas dilihat oleh murid (minimal ukuran A1)

2. Kertas, Spidol besar (pelengkap, untuk membuat outline)

3. Kardus bekas, Lem, selotip, double tape, atau perekat lainnya

4. Gunting, Alat pewarna (pensil warna, crayon, cat, sesuaikan dengan persediaan), Selotip bening (pelengkap), dan Buku atau gambar referensi

Cara membuat dan menerapkan:

Pertama, gambarlah sesosok manusia. Usahakan membuat sosok yang seperti anak-anak atau setidaknya remaja, agar siswa merasa lebih familiar dengan sosok tersebut. Buatlah sedemikian rupa sehingga bentuk tubuhnya terlihat jelas. Tidak mesti bagus, yang penting jelas bentuk dan proporsinya. Buatlah dengan pensil, lalu tebalkan dengan spidol. Jangan lupa hapus bekas coretan-coretan pensilnya supaya terlihat rapi.

Kedua, jiplaklah bentuk badan sebagai patokan proporsi ukuran organ tubuh yang mau digambar dengan ukuran Badan si Badun secara keseluruhan. Lalu sketsa organ tubuh yang diinginkan. Kerjakan di kertas HVS biasa atau kertas lainnya yang tersedia.

Ketiga, berilah warna dan teksturserinci dan semenarik mungkin. Usahakan menggunakan warna yang berbeda untuk organ tubuh yang berbeda. Tips: pada contoh ini, Penulis menggunakan crayon atau oil pastel karena warnanya mudah dibaurkan atau disatukan.

Keempat, tempelkan gambar orga­n tubuh yang sudah jadi pada kardus bekas. Selain berguna untuk menjaga alat peraga dari kerusakan, melapisinya dengan kardus berarti memberikan dimensi berbeda antara puzzle dengan latar. Gunting yang rapi sesuai bentuknya.

Kelima, tulisi belakangnya dengan informasi singkat yang ingin disampaikan pada anak-anak. Seperti menuliskan nama organ tubuh (lambung), fungsinya (tempat pencernaan mekanik dan kimiawi), serta informasi unik lainnya (misal: jenis enzim yang dihasilkan).

Keenam, lapisi dengan selotip bening. Ini adalah tindakan pelengkap, namun penting untuk menjaga ketahanan alat peraga. Selotip bening melindungi alat peraga dari air, debu, dan sidik jari anak-anak (terutama jika menggunakan pewarna seperti oil pastel, pasti mudah menempel di jari dan mengotori barang lainnya). Ulangi langkah-langkah yang sama untuk organ tubuh lainnya. Selayaknya potongan-potongan puzzle, perhatikan untuk membuat bentuknya saling bersambungan.

Ketujuh, perkenalkan Badun sebagai bagian dari kelas anak-anak mulai sekarang. Persilakan siswa “menyapa” Badun, lalu pajang di kelas. Selanjutnya, biarkan mereka mengutarakan pendapatnya mengenai “teman baru” mereka ini, sehubungan dengan pembelajaran IPA mereka sebelumnya.

Check Also

Belajar Matematika Melalui Tebakan dan Periksa

Belajar Matematika Melalui Tebakan dan Periksa

Edupost.id- Ketika siswa pertama kali memulai mengerjakan soal cerita matematika yang rumit, mereka perlu menggunakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *