Kamis , 17 Agustus 2017
Home / Metode Pembelajaran / Belajar Sains dan Sosial dengan Membuat Origosistem
Belajar-Sains-dan-Sosial-dengan-Membuat-Origosistem
Origosistem. (Foto: ruangbelajar)

Belajar Sains dan Sosial dengan Membuat Origosistem

Edupost.id – Origosistem merupakan akronim dari origami dan ekosistem, sebuah bentuk pembelajaran kreatif untuk materi tematik kelas III. Seperti yang dijelaskan Hanif Azhar dalam buku “Ruang Belajar”, ia mengajarkan pelajaran sains dan sosial kepada siswanya melalui origosistem. Berikut ini cara membuat origosistem.

Alat dan bahan :

1. Kertas lipat

2. Alfaboard sesuai kebutuhan (dapat diganti dengan kardus bekas).

3. Plastik mika

4. Gunting/pisau pemotong (cutter)

5. Tip selofan dua sisi (doubletape)

6. Spidol

Cara membuat :

Pertama, pendidik menyiapkan alat dan bahan. Lalu pendidik mengajak siswa untuk membuat berbagai macam bentuk origami yang dibutuhkan, mulai dari makhluk hidup yang meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan, sampai benda mati seperti rumah, mobil, pesawat, awan, dll. Selanjutnya pendidik mengajak siswa untuk menghias origami tersebut dengan spidol sesuai selera. Referensi bentuk origami dapat dilihat di internet.

Kedua, pendidik mengundang siswa untuk mengolaborasikan origami dengan cara menempelkannya di atas papan alfaboard. Kemudian pendidik meminta siswa untuk melapisi alfaboard yang sudah ditempeli origami dengan plastik mika.

Ketiga, Origosistem sudah selesai. Pendidik dapat memberikan keterangan dengan kertas ‘post it‘, apabila diperlukan.

Materi ini meliputi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang mengenal makhluk hidup, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tentang lingkungan alam dan buatan, serta Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) tentang aplikasi seni rupa tiga dimensi. Origosistem juga mampu mengasah keterampilan komunikasi dalam BahasaIndonesia dan memupuk rasa percaya diri siswa untuk melakukan presentasi karya di depan kelas.

Origosistem dapat membuat siswa mampu belajar ilmu sains dan sosial dengan cara yang menyenangkan. Selain itu juga dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mengapresiasi dan mengaplikasikan seni rupa tiga dimensi, khususnya kolase dan origami. Kemampuan komunikasi Bahasa Indonesia dan kepercayaan diri ketika presentasi hasil karyanya juga diasah dalam permainan ini. Para pendidik juga dapat menyisipkan materi pembentukan karakter tentang sikap saling menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan, serta tentang lingkungan sehat dan tidak sehat.

Check Also

Belajar Matematika Melalui Tebakan dan Periksa

Belajar Matematika Melalui Tebakan dan Periksa

Edupost.id- Ketika siswa pertama kali memulai mengerjakan soal cerita matematika yang rumit, mereka perlu menggunakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *