Selasa , 21 November 2017
Home / Metode Pembelajaran / Cara Mengajarkan Perkalian kepada Anak dengan Mudah
Cara Mengajari Perkalian kepada Anak dengan mudah
Cara Mengajari Perkalian kepada Anak dengan mudah

Cara Mengajarkan Perkalian kepada Anak dengan Mudah

Edupost.id – Perkalian masih menjadi salah satu materi dalam pelajaran Matematika yang sulit dipahami anak-anak khususnya sekolah dasar (SD). Orangtua merasa berkewajiban untuk mengajari anak-anak mereka dengan cara yang mudah dimengerti. Berikut ini cara mengajari perkalian kepada anak secara efektif yang Edupost rangkum dari wikihow.

1. Ajarilah dasar perkalian terlebih dahulu

Ketika mengajar, Anda harus menjelaskan beberapa fakta mengenai perkalian sebelum mulai membahas tabel perkaliannya. Ingat, anak Anda tidak menghitung tabel perkalian, tetapi menghafalkannya. Walaupun begitu, mereka juga perlu tahu konsep dasar dari perkalian.

Jika anak Anda tidak terbiasa dengan perkalian, coba jelaskan dalam bentuk penjumlahan, misalnya 4×3 adalah 4+4+4. Minta anak Anda membawa buku matematika dan segala sumber pelajaran mereka. Dengan begitu Anda tahu apa saja yang sudah mereka pelajari di sekolah dan bagaimana cara mereka diajari di sana.

Siapkan grafik angka yang memperlihatkan angka 0 sampai 100. Grafik ini akan memberitahu Anda jawaban sebuah perkalian dengan menghubungkan baris dan kolomnya. Selain itu, menenmukan angka pada grafik ini jauh lebih mudah.

Jika Anda menggunakan garis angka, Anda mungkin harus berusaha lebih keras. Anda bisa meminta anak Anda melingkari angka yang merupakan jawaban sebuah perkalian dengan pensil. Dia juga bisa menulis perkaliannya di samping angka tersebut, dan memberi variasi warna pada lingkarannya sesuai dengan perkaliannya (misal merah untuk perkalian 4).

2. Jelaskan bagaimana sifat komutatif akan mempermudah semuanya

Perlihatkan pada anak Anda bahwa banyak jawaban dari perkalian yang diulang. Jadi, mereka sebenarnya hanya perlu mempelajari setengah dari tabel perkalian tersebut. 3×7 hasilnya sama dengan 7×3.

Lakukan perlahan. Setelah anak Anda menguasai perkalian nol sampai tiga, lanjutkan ke perkalian empat sampai tujuh, lalu delapan sampai 10. Jika ingin, coba juga pelajari perkalian 11 dan 12. Beberapa guru bisa saja memasukkan soal yang lebih sulit untuk bonus atau mengukur kemampuan sang anak.

3. Jelaskan pola-pola khusus pada tiap perkalian

Anak Anda tidak harus menghafal buta semua perkalian. Beberapa perkalian punya karakteristik khusus yang bisa mereka ingat dengan mudah. Berikut beberapa pola yang ada:

  • Semua hasil perkalian 10 diakhiri dengan angka nol.
  • Semua hasil perkalian lima diakhiri dengan angka lima atau nol, dan selalu bernilai setengah dari perkalian 10 (10×5=50, berarti 5×5=25, atau setengah dari 50).
  • Hasil perkalian nol selalu nol.

4. Jelaskan cara cepatnya

Matematika punya banyak cara cepat. Ajari anak Anda cara-cara cepat ini untuk membuat mereka kagum dan bisa mengingat dengan mudah.

  • Untuk perkalian sembilan, letakkan kedua tangan Anda di meja dengan jari terbuka. Untuk 9×1, tutup jari kelingking kiri Anda, dan tangan Anda akan memperlihatkan angka sembilan. Untuk 9×2, buka kembali jari kelingking Anda dan tutup jari manis kiri Anda. Tangan Anda akan memperlihatkan angka satu dan delapan, yang jika disatukan berarti 18. Begitu seterusnya sampai 9×10.
  • Jika anak Anda pintar dalam menggandakan angka, maka dia pasti bisa mengerjakan perkalian empat dengan mudah. Cukup gandakan saja angkanya dua kali, misalnya 6×4, gandakan enam yang berarti 12,dan gandakan sekali lagi, dan Anda akan mendapatkan 24.
  • Untuk perkalian 11, cukup tulis angkanya dua kali, misalnya 3×11=33, 4×11=44, dan seterusnya.
    • Untuk perkalian 11 yang dikalikan angka yang lebih dari sembilan, ambil angka pengalinya, jumlahkan angka tersebut, lalu sisipkan di tengahnya. Misalkan pada 11×17, ambil angka 17, jumlahkan 1+7 yang berarti 8, lalu masukkan di tengah, yang berarti 187.

Check Also

siswa praktik mengajar di kelas

Melatih Siswa dalam Kelas Profesi “Pendidikan”

Edupost.id – Kadangkala guru juga perlu memberi kesempatan siswa untuk berlatih mengajar di kelas. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *