Senin , 5 Desember 2016
Home / Metode Pembelajaran / Delapan Fakta Menarik Saat Anak Belajar
Metode-Active-Learning-Ini-Cara-Mengenalinya
Ilustrasi: Murid Menonton Film Merupakan Ciri Metode Active Learning. (Foto: allsaintsjupiter)

Delapan Fakta Menarik Saat Anak Belajar

Edupost.id- Keseringan mengajak anak belajar, membuat para orangtua kewalahan. Bagi seorang anak belajar merupakan kegiatan yang membosankan dan terkadang menakutkan. Namun, ada beberapa fakta yang bisa membuat anak menikmati dan nyaman saat belajar dirumah maupun disekolahnya. Seperti dilansir dalam buku “Tiap Anak Berhak Jenius” oleh  Retno Kusuma.

  1. Anak belajar dengan bermain

Bagi anak, bermain adalah aktivitas yang paling mengasyikan. Melalui bermain, anak memperoleh pengalaman yang tanpa disadari membantu mengembangkan berbagai aspek kemampuan anak. Ia pun akan belajar dari kejadian yang dialaminya.

  1. Anak belajar dengan melakukan

Anak belajar melalui objek dan peristiwa yang nyata. Ia memerlukan latihan dengan benda dan aktivitas yang konkret.

  1. Anak belajar dengan pancaindra

Anak belajar dengan seluruh indra yang dimilikinya. Respons dari setiap indra akan dikirim ke otak dan diolah sebagai informasi baru.

  1. Anak belajar melalui bahasa

Anak butuh ungkapan verbal untuk menyampaikan hasil eksperimen, perasaan, dan segala yang dipikirkannya.

  1. Anak belajar dengan bergerak

Anak memiliki rentang perhatian yang pendek. Ia ia juga tidak dapat duduk tenang dalam jangka waktyu yang lama. Maka, salurkan energinya melalui aktivitas fisik yang bisa melatih seluruh koordinasi tubuhnya.

  1. Anak belajar dengan motivasi

Motivasi adalah unsur terpenting dalam proses belajar anak. media belajar yang menarik dan merangsang rasa ingin tahu anak merupakan sumber inspirasinya dalam belajar. Dukungan dari orang tua berupa penghargaan dan perhatian adalah sumber sekaligus wujud motivasi bagi setiap anak.

  1. Anak belajar sesuai taraf perkembangannya

Jika anak belajar sesuatu yang terlalu mudah, ia akan merasa jenuh. Sebaliknya, bila aktivitas yang dipelajari terlalu sulit, anak menjadi frustasi dengan gejala tingkah laku mogok sekolah, stres, cengeng, mengganggu kawannya, dan bentuk perilaku lain yang dapat menghambat proses belajar selanjutnya. Mulailah dari kegiatan yang yang sederhana, lalu menuju aktivitas yang lebih sulit secara bertahap.

  1. Anak belajar melalui citra diri positif

Penghargaan pada anak akan membangun rasa percaya dirinya. Apapun yang dilakukan anak dan bagaimanapun hasilnya, orang tua dan guru harus memberikan penghargaan untuk membangun citra diri positif anak. (Puji)

Check Also

Tujuh Jenis Permainan Tradisional Bagi Anak

Tujuh Jenis Permainan Tradisional bagi Anak

Edupost.id- Permainan merupakan sebuah dunia bagi anak-anak, hampir seluruh daerah memiliki permainan yang beragam. Beragam …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *