Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Metode Pembelajaran / Membangun Impian Siswa dengan Pembatas Buku Cita-cita
Membangun Impian Siswa dengan Pembatas Buku Cita-cita
Membangun Impian Siswa dengan Pembatas Buku Cita-cita (examiner doc.)

Membangun Impian Siswa dengan Pembatas Buku Cita-cita

Edupost.id – Cita-cita pada dasarnya adalah mpian dan harapan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Melalui kegiatan membuat petata (pembatas buku cita-cita), siswa dapat mengenal berbagai profesi dan membangun impiannya di masa depan.

Petata menemani siswa untuk membangun dan memelihara cita-citanya, yang pada akhirnya menjadi motivasi untuk menjalani proses pembelajaran dengan penuh semangat dan kesungguhan. Metode pembelajaran yang disarikan dari buku “Ruang Belajar” ini hanya membutuhkan beberapa peralatan sederhana yang mudah didapat.

Peralatannya ialah sbb:

  1. Kertas karton putih polos
  2. Penggaris 30 cm
  3. Pensil dan penghapus
  4. Spidol atau pena hitam
  5. Alat warna
  6. Gunting

Proses pembuatannya yakni:

  1. Guru menerangkan gambaran singkat tentang pentingnya cita-cita.
  2. Siswa diminta untuk menyebutkan cita-cita mereka.
  3. Guru membagikan kertas karton.
  4. Siswa diminta membuat potongan kertas berukuran 5×26 cm, kemudian melipatnya menjadi 2 bagian sama panjang.
  5. Siswa diminta menggambar seseorang atau sesuatu yang mewakili cita-cita mereka. Misalnya menggambar orang berkalung stetoskop untuk anak yang bercita-cita menjadi dokter.
  6. Tambahkan sifat positif pada cita-cita yang telah diilustrasikan. Misalnya “smart teacher” untuk profesi guru.
  7. Dibaliknya, siswa diminta menulis komitmen dan hala-hal yang harus mereka lakukan untuk mencapai cita-cita.
  8. Gambar yang telah dibuat boleh diwarnai, pembatas buku pun boleh diberi pita sebagai hiasan.
  9. Petata siap digunakan.

 

Check Also

Cara Mengajari Perkalian kepada Anak dengan mudah

Cara Mengajarkan Perkalian kepada Anak dengan Mudah

Edupost.id – Perkalian masih menjadi salah satu materi dalam pelajaran Matematika yang sulit dipahami anak-anak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *