Selasa , 27 Juni 2017
Home / Metode Pembelajaran / Permainan Cerdas Cermat Asyik dan Menantang
Permainan Cerdas Cermat Aik dan Menantang
Permainan Cerdas Cermat Aik dan Menantang (foto: timg.com)

Permainan Cerdas Cermat Asyik dan Menantang

Edupost.id- Cerdas cermat merupakan salah satu permainan yang mengutamakan kecepatan dan ketetapan. Permainan ini menjadikan murid semakin tertantang sehingga guru mudah dalam melakukan kontrol kelas. Dilansir dalam “40 Seni Manajemen Kelas”, oleh Ari Wijayanti dan Endah Armi.

Menyampaikan pelajaran dengan metode permainan cerdas cermat ini mampu membuat pembelajaran menjadi sangat menegangkan. Artinya, murid akan terus merasa tertantang serta melatih kerja sama tim dan melatih pertimbangan konsekuensi.

Langkah Bermain Cerdas Cermat:

  1. Permainan ini bisa dimulai dengan cara membentuk kelompok. Jumlah kelompok bergantung jumlah murid dalam sebuah kelas. Semakin banyak murid berarti semakin banyak kelompok yang bisa dibentuk.
  1. Guru memberi nama tiap-tiap kelompok: bisa berupa huruf, angka, nama artis favorit, atau apa pun yang tampak menyenangkan.Guru memberi modal poin di tiap-tiap kelompok misalnya 50 atau 100.
  1. Guru membacakan soal pada babak I: cepat tepat. Pada babak ini, guru hanya menerima jawaban tercepat dari tiga kelompok. Caranya adalah tiap kelompok menulis jawaban di selembar kertas dan membawa maju jawaban yang sudah didiskusikan bersama kelompoknya, kelompok yang berhasil menjawab mendapat poin 10, salah mendapatkan pengurangannya 5 poin, tidak menjawab 0.
  1. Guru memberikan evaluasi dan pembahasan kemudian masuk babak II: kurir. Pada babak ini, tiap kelompok harus mengirim perwakilan atau selanjutnya disebut dengan kurir. Kelompok yang berhasil menjawab sempurna mendapatkan tambahan poin 20, jawaban mendekati sempurna 10-15, salah total mendapatkan pengurangan nilai 10 poin, tidak menjawab 0.
  1. Guru melakukan evaluasi dan pembahasan lalu masuk babak III: curi nilai. Pada bagianb ini guru membacakan soal kemudian salah satu dari kelompok harus mengangkat tangan. Jika kelompok pertama tersebut berhasil menjawab benar, mereka bisa mengambil nilai kelompok yang disebut sebanyak 25 poin. Dan kelompok yang tidak aktif akan mendapatkan 0 poin.
  1. Guru melakukan evaluasi dan pembahasan. Selanjutnya adalah babak terakhir, yaitu babak IV: taruhan. Pada babak ini masing-masing kelompok memasang taruhan. Taruhan minimal adalah 10 dan maksimal adalah sejumlah poin yang dimiliki. (Puji)

Check Also

Bermain Peran Dalam Simulasi pemilu

Siswa SD Berperan Dalam Simulasi pemilu

Edupost.id- Pemilu merupakan bagian terpenting dari sebuah negara demokrasi. Oleh karena itu, siswa harus paham …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *