Selasa , 22 Agustus 2017
Home / Metode Pembelajaran / Siswa SD Berperan Dalam Simulasi pemilu
Bermain Peran Dalam Simulasi pemilu
Bermain Peran Dalam Simulasi pemilu (foto: maxblogspot.com)

Siswa SD Berperan Dalam Simulasi pemilu

Edupost.id- Pemilu merupakan bagian terpenting dari sebuah negara demokrasi. Oleh karena itu, siswa harus paham makna dan tujuan dari pemilihan umum (Pemilu). Metode terbaik adalah dengan simulasi dan bermain peran yakni melalui praktik secara langsung.

Simulasi pemilu nantinya dapat di lakukan oleh siswa saat tumbuh dewasa dan menjalankan aturan pemerintahan di Indonesia, pemilu di Indonesia dilaksanakan dalam kurun waktu 4 tahun sekali. Dilansir dalam buku “Ruang Belajar” oleh Wahyu Setioko, mengajari siswa berperan dalam simulasi pemilu.

Bahan Untuk Pemilu:

  1. Kertas kosong yang ditempelkan foto dua siswa kandidat pemilihan
  2. Kardus bekas
  3. Paku

Proses pelaksaan pemilu:

  1. Pembentukan panitia pemilu (KPU)

Pembagian Peran, Sesuai jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dengan peran yang tersedia. Panitia Pemilu/KPU, Pasangan calon presiden dan wapres/ketua kelas dan wakil, Pemilih.

  1. Pendaftaran pemilih

Panitia menentukan syarat calon presiden dan wapres, serta syarat pemilihan dan syarat pemasangan calon. bagikan setiap orang foto beberapa pasang kandidat pemilihan.

  1. Kampanye

Siswa yang mencalonkan melakukan kampanye di depan kelas secara bergilir.

  1. Pelaksanaan pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS)

Mintalah seluruh siswa menyusun absen dan membuat kotak kosong dari kardus bekas. Perintahkan siswa untuk menaruh kertas pemilihan yang telah dicoblos menggunakan paku kecil dalam kardus. Lakukan secara bergiliran.

  1. Perhitungan suara dan penetapan hasil suara

Tim panitia melakukan perhitungan suara di depan kelas disertai minimal 2 orang saksi dan mengumumkan hasil perhitungan suara dan mulai pelantikan calon yang menang.

  1. Mintalah siswa memeberikan sepatah kata sambutan maupun rasa terimakasih. Hal tersebut akan melatih kebiasaan siswa untuk lebih paham dan percayadiri. jangan lupa untuk memberikan contoh terlebih dahulu pada siswa. (Desri)

Check Also

siswa SD

Bermain Nama Palsu Melatih Kepekaan Siswa

Edupost.id- Bermain sambil belajar merupakan kebiasaan anak yang tidak dapat dilarang. Berbagai tujuan permainan ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *