Selasa , 25 April 2017
Home / Parenting / 12 Alasan Orangtua Wajib Sekolahkan Anak di SDIT
12-Alasan-Orangtua-Wajib-Sekolahkan-Anak-di-SDIT
Suasana Kelas SDIT. (Foto: neenarinaoktavani)

12 Alasan Orangtua Wajib Sekolahkan Anak di SDIT

Edupost.id – Memilih sekolah tentunya bukanlah hal mudah terutama untuk pendidikan agama anak. Namun, SDIT dianggap lebih baik daripada SD umum karena berbagai alasan. Seperti penilaian salah satu orangtua murid, Neena Rina Oktavani dalam akun pribadinya, Facebook, terdapat 12 alasan orangtua wajib menyekolahkan anaknya di SDIT.

1. Anak investasi dunia akhirat.
Investasi adalah suatu usaha yang membutuhkan modal sampai akhirnya kita akan menuaikan hasilnya di akhir. Maka buat tidak ada kata mubazir untuk anak, orangtua rela bekerja keras untuk menyekolahkan di sekolah yang relatif mahal menurut orang, tapi hasilnya untuk dunia akhirat.

2. Kegiatan positif.
Jika dibandingan dengan sekolah negeri, SDIT memang pulang lebih lama. Level 1 pulang jam 14.00 WIB, level di atasnya pulang habis shalat Ashar bersama. Tapi taukah ibu, bukan berarti anak kami belajar sepenuh waktu. Dalam sehari selain belajar, juga ada permainan edukasi, makan bersama, ngaji dan shalat berjamaah.

3. Sekolah mahal?
Mahal itu relatif. Tapi jika dihitung sebanding dengan yang anak dapatkan. Dengan SPP sekian, anda tidak perlu bayar guru ngaji, tidak perlu bayar les taekwondo, nari, olahraga, dan lain-lain.

4. Learning by fun
Sebelum anda menilai, coba datangi SDIT di sekitar anda. Anda akan jatuh cinta ketika melihat wajah anak belajar dengan bahagia serta guru yang mengajar dengan suka cita.

5. Masuk gerbang disambut guru dengan senyum.
Seperti halnya di SDIT tempat anak penulis ebrsekolah. Guru sudah berjejer di lorong dekat gerbang dan anak disambut dengan senyum, salam hangat dan anak cium tangan guru satu persatu.

6. Belajar kedisiplinan.
SDIT terkenal dengan disiplin, mereka harus buang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampahnya organik dan non organik. Tidak akan terlihat sampah berceceran, dan mewajibkan makan bersama di kelas. Sepatu dan sendal berjejer dengan rapih, anak di kelas hanya memakai kaos kaki, otomatis kelas tetap terjaga kebersihannya.

7. Target kelulusan minimal hafal Al Quran tiga juz
SDIT memiliki Camp Tahfiz, disitu seperti kegiatan untuk pengkukuhan anak yang sudah berhasil menghafal Al Quran beberapa juz. Orangtua duduk di depan anaknya, menguji membaca secara acak ayat Al Quran dan anak melanjutkan ayat tersebut hafal di luar kepala.

8. Kantin sehat
Semua makanan yang dijual adalah makanan yang sehat, tanpa MSG, tanpa bahan pengawe,t dan pewarna yang berbahaya. Salahs atu SDIT Al Haraki mendapat penghargaan sebagai kantin sekolah sehat terbaik se Jawa Barat, dan mengikuti kompetisi kantin sehat tingkat nasional.

9. Anak tidak dibolehkan membawa uang jajan
Hal ini agar anak tidak jajan di luar sekolah yang tidak terjamin kualitasnya. Seperti di SDIT Al Haraki ntuk membeli makanan-minuman di kantin harus menggunakan voucher dengan kelipatan Rp. 2.000 yang dibekali orangtua dari rumah yang sudah dibeli sebelumnya di tim kantin.

10. Tidak ada PR
Salah satu kriteria sekolah yang banyak dicari oragtua yaitu dengan tidka membebani siswa dengan PR. Seprti halnya di SDIT Al Haraki, kurikulum yang ada, anak sudah cukup belajar di sekolah. Sehingga di rumah anak dapat bebas bermain dengan keluarganya.

11. Komunikasi dua arah antara guru dan orangtua
Adanya grup di jejaring sosial Whatsapp dan buku penghubung sangat membantu orangtua untuk berkomunikasi langsung dengan wali kelas. Orangtua menjadi tahu perkembangan anak langsung dari gurunya.

12. Agenda setahun ke depan
Swejak awal tahun ajaran orangtua sudah tahu dalam bulan ini yang dipelajari, target yang ingin dicapai pada si anak, kegiatan yang akan dilakukan. Seperti proses belajar, arabic day, english day, outing, pentas ekspersi, dan semua pembayaran sudah termasuk dalam kegiatan ini. (Nisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *