Minggu , 24 Juni 2018
Home / Parenting / Baca Buku bersama Anak-anak Tingkatkan Perkembangan Otak
Baca Buku bersama Anak-anak Tingkatkan Perkembangan Otak
Pupils looking at page of encyclopaedia at reading lesson. ilustrasi : lajoiedevivre

Baca Buku bersama Anak-anak Tingkatkan Perkembangan Otak

Edupost.id – Peneliti telah menemukan bahwa terlibat dengan anak-anak saat membaca buku dapat memberi dorongan kognitif terhadap otak mereka. Temuan yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, memperkuat nilai “bacaan dialogis,” dimana anak didorong untuk berpartisipasi secara aktif.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa saat membaca pada anak memiliki banyak manfaat, cukup mengucapkan kata-kata dengan suara keras mungkin tidak cukup untuk memperbaiki perkembangan kognitif pada anak-anak prasekolah, menurut penelitian ini.

“Takeaway untuk orang tua dalam penelitian ini adalah bahwa mereka harus lebih terlibat saat membaca bersama anak mereka, mengajukan pertanyaan, mintalah mereka membalik halaman, dan berinteraksi satu sama lain,” kata penulis utama studi John Hutton, seorang dokter anak di Cincinnati Children’s Pusat Medis Rumah Sakit di AS, dilansir dai laman Boldsky.

Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI) menemukan aktivasi otak lebih signifikan pada anak berusia empat tahun yang lebih banyak terlibat dalam mendengarkan cerita.

“Pada gilirannya, ini bisa memicu aktivasi otak – atau ‘turbocharge’ pengembangan keterampilan keaksaraan, terutama pemahaman, pada anak-anak usia prasekolah,” kata Hutton.

Penelitian ini melibatkan pemindaian FMRI dari 22 anak perempuan, usia 4 tahun, untuk mengeksplorasi hubungan antara keterlibatan dan interaksi verbal selama pengamatan membaca antara ibu dan anak dengan aktivasi dan konektivitas saraf selama tugas mendengarkan cerita.

Anak-anak yang menunjukkan minat yang lebih besar dalam narasi tersebut menunjukkan peningkatan aktivasi di bidang otak cerebelum kanan. Bagian otak ini diduga mendukung perolehan dan penyempurnaan keterampilan kognitif melalui koneksi ke area fungsi bahasa, asosiasi dan eksekutif.

“Temuan kami menggarisbawahi pentingnya intervensi yang secara eksplisit menangani keterlibatan orang tua dan anak, termasuk kesadaran dan pengurangan gangguan seperti ponsel, yang merupakan penghalang yang paling umum,” kata Hutton. (Andi)

Check Also

Empat-Masalah-dan-Solusi-Anak-di-Meja-Makan

Anak-anak Suka Rewel Pilih Makanan, Ini Kata Peneliti

Edupost.id – Peneliti dari University of Illinois di Amerika Serikat melakukan penelitian untuk memeriksa apakah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=