Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Parenting / Bagaimana Melatih Anak Mengelola Emosi? Simak Tips ini!
Cara Tepat Beri Hukuman kepada Anak
Ilustrasi. Orangtua dan anak (foto: eyeonpsych)

Bagaimana Melatih Anak Mengelola Emosi? Simak Tips ini!

Edupost.id – Anak-anak umumnya belum bisa mengelola emosinya dengan baik dan orang tua sering kewalahan saat menghadapi anaknya yang sedang marah. Walau demikian, sebenarnya anak-anak sudah bisa dilatih bagaimana mengelola emosi sejak dini. Berikut panduannya, dilansir discipline.co :

  1. Beri keteladanan
    Cara terbaik untuk mengajari anak-anak bagaimana mengelola rasa marah mereka secara konstruktif adalah dengan melalui contoh dari diri Anda ! Anak belajar bagaimana mengelola emosibukan dari buku namun dengan melihat seseorang melakukannya. Jadi anak belajar dengan mencontoh cara Anda menenangkan diri saat sedang marah.
    Kadang-kadang orang tua menyembunyikan perasaan dan emosi mereka dari anak-anak. Meskipun baik untuk melindungi anak-anak dari masalah orang dewasa, namun mereka tetapbutuh melihat bagaimana Anda menangani perasaan marah Anda.
    Sebagai contoh, saat Anda mengendarai mobil tiba-tiba Anda mengatakan dengan suara keras, “Hei, itu membuat saya marah karena mobil di depan kita tidak berhenti untuk membiarkan anak-anak menyeberang jalan. Tapi, aku akan berhenti sehingga mereka bisa menyeberang dengan aman.”
    Minta maaf lah kepada anak bila Anda terlanjur salah dalam mengelola emosi Anda dan sampaikan sikap yang seharusnya dilakukan.Katakan, “Mama minta maaf klo mama tadi berteriak saat sedang marah. Seharusnya mama duduk dan menenangkan diri mama, bukan malah meninggikan suara mama. “
  2. Ajarkan cara mengekspresikan emosinya dengan cara yang baik
    Banyak anak mengekspresikan kemarahannya karena mereka tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa frustrasi mereka dengan cara lain. Menendang, berteriak, memaki, memukul, atau melempar barang mungkin satu-satunya cara yang mereka tahu untuk menunjukkan perasaan mereka. Ajak diskusi anak dengan lembut agar ia mau menceritakan isi hatinya dan belajar mengungkapkan perasaannya dengan tenang dan bukan dengan cara yang tidak baik.
  3. Ajak anak menjauhi penyebab atau sumber kemarahan
    Jika anak Anda merasa di luar kendali, ia harus dipisahkan dari orang yang dia merasa seperti menyakiti. Dia harus meninggalkan ruangan. Ajarkan juga anak Anda untuk menggunakan beberapa strategi menenangkan ketika ia merasa marah. Dia dapat mencoba mengambil napas dalam-dalam, duduk atau berbaring, minum segelas air, mendengarkan lagu atau cerita, atau bermain sendiri.
  4. Tawarkan konsekuensi bila diperlukan
    Anak-anak perlu konsekuensi positif ketika mereka mengikuti aturan kemarahan dan konsekuensi negatif ketika mereka melanggar aturan. Konsekuensi positif sangat penting untuk anak-anak yang biasanya mengalami kesulitan mengelola kemarahan mereka. Sebuah sistem reward atau sistem memberi uang dapat memberikan insentif tambahan untuk membantu mereka tetap tenang dan menggunakan keterampilan mereka untuk mengelola perasaan marah mereka dengan aman.
    Perlu ada konsekuensi langsung untuk setiap perilaku agresif. Tergantung pada usia anak Anda, konsekuensi negatif bisa termasuk pengurangan waktu, misalnya kehilangan hak istimewa, atau melakukan pekerjaan rumah tambahan atau meminjamkan mainan kepada temannya.

(Edupost/RR)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *