Jumat , 20 Januari 2017
Home / Parenting / Cara Efektif Disiplinkan Anak tanpa Kekerasan
Orangtua sedang berkomunikasi dengan anak
Ilustrasi. Orangtua sedang berkomunikasi dengan anak

Cara Efektif Disiplinkan Anak tanpa Kekerasan

Edupost.id – Mendisiplinkan anak tak berarti orangtua menerapkan kekerasan. Ada banyak cara efektif yang bisa diterapkan orangtua diantaranya dengan mengenalkan pola disiplin positif. Orangtua perlu menciptakan lingkungan positif melalui pola komunikasi yang sifatnya membangun dan menguatkan.

Demiakian yang disampaikan Tari Sanjoyo dari Kampus Guru Cikal dalam acara Seminar “Disiplin Positif” di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP-UB) beberapa waktu lalu.

“Penciptaan lingkungan positif dapat dibangun dengan rasa percaya/trust,  bukan dengan penegakan aturan, reward, dan punishment. Anak akan merasa nyaman jika dipercaya,” ungkap Kepala Divisi Akademik Kampus Guru Cikal ini.

Senada dengan Tari, Koordinator Seminar Bukik Setiawan menegaskan, reward dan punishment tidak memberikan proses penyadaran. “Reward harus meningkat untuk menimbulkan motivasi. Yang awalnya senang mendapat hadiah A, besok harus mendapat hadiah B. Demikian pula punishment, yang awalnya patuh karena dibentak, besok tidak takut lagi dan harus diberi hukuman yang lebih menyakitkan,” paparnya.

Membangun rasa percaya/trust harus dilakukan di awal, karena kunci pendisiplinan ada di awal, bukannya menegur saat anak sudah melakukan kesalahan. “Buat kesepakatan di awal. Misalnya, untuk anak yang cenderung aktif, buat kesepakatan dengan melakukan aktivitas fisik sebelum kegiatan belajar dimulai untuk menyalurkan energinya, sehingga kemudian dia siap menerima pelajaran.  Buat anak senang dulu di awal kegiatan,” jelas Tari.

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini menuturkan, dua minggu pertama masuk sekolah adalah waktu terbaik bagi guru untuk membuat kesepakatan besar. Dalam jangka waktu tersebut anak-anak terlibat dalam penentuan kesepakatan bersama. Sehingga guru mengerti apa yang siswa inginkan, siswa pun termotivasi untuk mengikuti pelajaran.

Yang terakhir adalah konsistensi. Jika disiplin positif terus menerus dilakukan dan anak-anak menjadi terbiasa, maka reward dan punishment tidaklah perlu, karena motivasi internal sudah terbangun sehingga anak mampu mengelola diri. (UB/IK-SS)

Check Also

Enam Panduan Memilih Jasa Antar Jemput yang Aman

Edupost.id- Banyak nilai plus yang bisa didapat dengan memanfaatkan layanan jemputan sekolah. Selain memudahkan orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *