Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Parenting / Empat Faktor yang Pengaruhi Kecerdasan Anak
anak mandiri
Ilustrasi. Melatih Anak mandiri

Empat Faktor yang Pengaruhi Kecerdasan Anak

Edupost.id – Di sekitar kita ada banyak orang yang tampaknya dilahirkan dengan kecerdasan luar biasa dan sebagian lagi tidak. Namun, sebenarnya kecerdasan seseorang dapat dilatih dan dikembangkan. Ariesandi Setyono dalam bukunya Mathemagics, Cara Jenius Belajar Matematika, menyebut ada empat faktor yang mempengauhi kecerdasan.

1. Konsep Diri

Konsep diri meliputi diri ideal, citra diri, dan harga diri. Diri ideal anak didapat dari lingkungannya. yang dibentuk oleh orangtua, guru, dan orang terdekat anak. Citra diri adalah cara anak memandang dirinya atas hasil yang dia capai. Haga diri adalah perbandingan antaa diri ideal dan citra diri.

Jika anak diberitahu gurunya bahwa dia mendapat nilai 100 artinya pintar dan nilai 40 artinya bodoh, ia akan memandang dirinya berdasarkan nilai ulangan yang ia dapat. Saat mendapat nilai 40 secara otomatis anak akan mengakui dan menegaskan bahwa ia bodoh. Jika itu terjadi, siapapun yang mengajarinya akan sia-sia.

2. Kondisi Tubuh

Orang jenius tapi sakit-sakitan tidak akan bisa tampil maksimal atau berkinerja prima. Bagaimana ia bisa berpikir jika mengalami sakit kepala yang sangat berat. Seorang anak yang akan menghadapi tes atau ujian sebaiknya tidak boleh terlalu lelah dan tidur terlalu malam.

Sebelum berangkat ujian, anak tidak mengonsumsi makanan yang susah dicerna seperti daging, telur dan susu. Makanan tersebut memerlukan energi besar untuk dicerna, sehingga akan menarik cukup banyak oksigen menjauhi otak. Jika darah dan oksigen menjauhi otak, proses berpikir tidak optimal.

3. Strategi Belajar

Strategi belajar yang kurang pas akan menyebabkan pengolahan informasi dalam otak menjadi lambat. Akibatnya, materi yang dipelajari seolah-olah menjadi sulit.

Penyajian materi belajar juga menjadi bagian dari strategi belajar. Materi yang disajikan dengan cara sederhana, singkat, serta dihubungkan dengan kehidupan nyata akan cepat diserap oleh siapapun.

4. Teknik Pemecahan Masalah

Teknik yang sederhana, cepat dan tidak bertele-tele akan menunjang keberhasilan pembelajaran. Terlebih dalam mempelajari matematika, pemakaian teknik sederhana akan mempercepat penyelesaian, sehingga memperkecil resiko kesalahan. (Andi)

Check Also

Anak sedang belajar dan bermain di alam.

Tiga Manfaat Bermain bagi Perkembangan Anak

Edupost.id – Bermain tidak hanya menyenangkan bagi anak, tapi juga membawa manfaat yang sangat besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *