Selasa , 12 Desember 2017
Home / Parenting / Enam Langkah Efektif agar Anak menjadi Mandiri
anak mandiri
Ilustrasi. Melatih Anak mandiri

Enam Langkah Efektif agar Anak menjadi Mandiri

Edupost.id – Semakin bertambah usia anak Anda, sudah seharusnya ia semakin menyadari dirinya perlu mandiri dan tidak tergantung orang tuanya lagi. Beberapa anak cukup sulit mandiri sementara sebagian lainnya bisa dengan sangat mudah jadi pribadi yang mandiri. Berikut ini panduan bagi orang tua dalam memandirikan anak terutama sejak usia dini, dilansir babycenter:

1. Bebaskan anak mengeksplorasi seluruh bagian rumah anda beserta isinya

Anak perlu mengenali dan terbiasa dengan barang-barang yang ada di rumah juga kebiasaan yang jadi budaya di dalam keluarga. Hal ini perlu terus dilakukan untuk mengembangkan kemandirian anak.

2. Biarkan anak membuat kesimpulan sendiri sesuai pengetahuannya

Setiap orang tua cendrung memprotek dan membatasi anaknya dari hal-hal yang tidak baik atau merugikan diri anak. Sebagai contoh, anak Anda yang berusia 3 tahun bersikeras ingin mengenakan jaketnya yang tebal sementara cuaca sedang panas. Biarkan dia melakukannya hingga ia memahami sendiri bahwa jaketnya tidak sesuai untuk cuaca panas. Dengan membiarkan ia membuat kesimpulan sendiri, Anda telah memberinya kesempatan untuk belajar dan tumbuh menjadi pribadi mandiri.

3. Beri panduan yang jelas dan sederhana kepada anak dalam melakukan suatu tugas

Bila anak berhasil melakukan suatu tugas dengan baik, dia kan merasa bangga dan puas. Hal inilah yang memotivasi anak untuk terus bersikap mandiri. Karena itu, orang tua perlu memandu anak melaksanakan tugasnya dengan baik. Berikan panduan yang jelas dan sedikit demi sedikit hingga anak memahami secara keseluruhan. Sebagai contoh, anak anda dilatih untuk bisa membereskan alat makannays endiri seusai sarapan. Maka anda bisa minta anak dengan mulai mengambil sendoknya dahulu dari meja makan untuk dibawa ke dapur. Lalu minta ia melanjutkan memindahkan gelas kemudian piring. Demikian seterusnya hingga anak terbiasa menyelesaikan suatu pekerjaan secara mandiri.

4. Biarkan anak terlibat dalam aktivitas yang dilakukan orang tua

Anak mudah tertarik dengan aktivitas yang dilakukan orang tuanya, misalnya saat anda sedang memasak ataupun sedang menjahit, dll. Biarkan anak terlibat dengan aktivitas anda dengan cara yang proporsional. Misalnya saat anda sedang memasak nasii goreng, bila naak anda masih balita tentu berbahaya baginya ikut menggoreng. Maka anda bisa melatih kemandirian anak anda dengan cara meminta ia mengocok telurnya dan menuangkan bumbu ke dalam penggorengan atau menyiapkan sendok dan piring. Dengan demikian kemandiriannya akan tumbuh sedikit demi sedikit.

5. Orang tua perlu bersabar dan menahan diri

Bila anak sedang belajar melakukan suatu pekerjaan dengan kemampuannya sendiri, maka orang tua perlu bersabar dan menahan diri bila ternyata hasil akhirnya berantakan atau belum memuaskan. Orang tua perlu menahan dirinya untuk tidak terlalu banyak membantu atau banyak ikut campur hanay agar pekerjaan tersebut cepat selesai. Biarkan saja bagaimanapun hasilnya atau berapa lama pun waktu yang dibutuhkannya menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hal yang terpenting adalah anak anda berproses menajdi pribadi yang mandiri.

6. Ungkapkan rasa sayang orang tua kepada anak

Anak perlu tetap merasa dirinay dicintai oleh orang tuanya meskipun ia harus mulai mandiri dan tidak banyak tergantung orang tuanya lagi. Saat anak belajar tidur sendiri di kamarnya, anak perlu tahu bahwa orang tuanya memisahkan ia dari kamar tidur orang tua bukan karen tidak sayang padanya tapi ini demi kebaikan dirinya. Karena itu, di waktu berbeda orang tua perlu sering mengungkapkan rasa cinta kepada anaknya dengan berbagai cara, bisa ucapan langsung, hadiah atau sekedar pelukan. (RR/IE)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *