Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / Parenting / Hati – hati, Anak – anak Bisa Kecanduan Televisi
Hati - hati, Anak - anak Bisa Kecanduan Televisi
Hati - hati, Anak - anak Bisa Kecanduan Televisi

Hati – hati, Anak – anak Bisa Kecanduan Televisi

Edupost.ID – Di era saat ini, orang tua harus maskin berhati – hati dalam mengasuh anak – anaknya. Seringnya berada di depan televisi dapat membuat anak kecanduan menonton televisi. Yang lebih mengkhawatirkan, tak semua tontonan televisi layak ditonton anak – anak.

Psikolog yang juga dosen Universitas Negeri Yogyakarta (NYU), Diana Septi Purnama mengatakan, anak – anak yang merasa nyaman ketika menonton televisi sangat berpotensi menimbulkan efek kecanduan bagi anak.

“Anak – anak masih menjadi penonton pasif, masih perlu pengawasan dari orang dewasa. Anak – anak yang mulai kecanduan televisi dapat berbahaya. Yang harus dilakukan orang tua adalah mengantisipasi agar anak tidak kecanduan,” terang Diana ketika menjadi pembicara Talkshow Parenting Semarak Pendidikan Yogyakarta 2016, di Grha Pustaka BPAD DIY Selasa, (20/12).

Ditambahkan, anak – anak memang belum dapat mengolah informasi yang didapat. Umumnya mereka hanya mengikuti apa yang dia lihat di sekelilingnya, termasuk dari televisi. Tayangan yang tidak sesuai untuk anak – anak dapat menjadikan perilakunya tidak sesuai dengan norma masyarakat.

“Anak – anak melakukan sesuatu mengikuti orang dewasa di sekitarnya. Televisi yang hanya mengandalkan hiburan tidak baik untuk anak. Orang tua harus memberikan edukasi,” lanjut Diana.

Pembicara lain yang hadir dalam Talkshow ini adalah komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY, Ahmad Gozi. Menurut Gozi, seiring bertambahnya stasiun televisi, makin beragam pula tayangan yang dihadirkan. Ini tentunya memiliki nilai positif dan negatif.

KPID akan terus melakukan pengawasan terhadap semua tayangan televisi. Saat ini KPI telah membuat kebijakan kode parenting dalam setiap tayangan televisi. Kode ini terdiri dari Bimbingan Orangtua (BO), Remaja (R), dan Dewasa (D). Orang tua harus mempertahankan kode ini ketika menemani anaknya menonton televisi.

“Melarang anak nonton televisi bukan langkah yang tepat. Kita hanya bisa mengedukasi anak – anak kita agar menonton tayangan yang baik,” tegas Gozi.

Gozi mengakui, memang saat ini tidak semua tayangan televisi layak ditonton anak – anak. Film kartun yang identik dengan filmnya anak – anak juga tidak selamanya layak ditonton anak. Film kartun Sinchan yang tayang di televisi swasta Indonesia sebenarnya bukan tontonan untuk anak. Tak sedikit dipertontonkan adegan dewasa dalam film itu. Menurut Gozi, film ini di Jepang menjadi salah satu film yang dimaksudkan untuk poenonton dewasa, bukan anak – anak. (Andi)

Check Also

Media Sosial Facebook dan Twitter Dapat Merusak Karir

Lima Manfaat Positif Berikan Ponsel pada Anak Remaja

Edupost.id- Ketakutan orang tua terhadap kebiasaan anak memiliki ponsel yakni, takut anak melihat konen porno, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *