Sabtu , 23 Juni 2018
Home / Parenting / Hati-hati! IQ Anak jadi Rendah karena sering Dipukul
Cara Tepat Beri Hukuman kepada Anak
Ilustrasi. Orangtua dan anak (foto: eyeonpsych)

Hati-hati! IQ Anak jadi Rendah karena sering Dipukul

Edupost.id – Di zaman sekarang masih banyak ditemui orangtua yang memberikan hukuman fisik berupa pukulan kepada anak-anaknya. Masih banyak orangtua meyakini pukulan adalah cara bagus untuk mendisiplinkan anak.

Namun, sebuah penelitian mengungkap, pukulan dapat berdampak negatif pada anak sampai dewasa. American Academy of Pediatrics atau asosiasi dokter anak Amerika memperingatkan agar tidak memukul anak-anak. Beberapa negara bahkan punya aturan larangan memukul. Termasuk memukul anak yang dirasa efeknya paling ringan.

Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang dipukul sering memiliki IQ lebih rendah, lebih agresif, dan lebih cenderung menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol. Rasa sakit yang ditimbun anak menghasilkan produksi hormon stres yang lebih tinggi, yang dapat membuat anak-anak kurang mampu untuk mengatasi tekanan lain.

“Tidak hanya itu, tapi juga memiliki efek buruk pada sistem kekebalan tubuh,” dikutip dari Familyshare, Senin (29/1).

Anak-anak yang dipukul cenderung menjadi orang dewasa yang kasar. Secara tidak langsung, mereka telah diajari menggunakan kekerasan ketika tidak menyetujui suatu tindakan orang lain. Itu bisa meningkat menjadi kekerasan dalam rumah tangga dan penganiayaan terhadap anak.

Oleh karenanya, orangtua lebih baik memilih tidak menggunakan kekerasan ketika mendisiplinkan anak. Anda bisa melakukannya dengan cara yang sehat dan menghindari konsekuensi buruk di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=