Rabu , 13 Desember 2017
Home / Parenting / Hindari Resiko Keracunan Jajanan Sekolah dengan 8 Tips Ini!

Hindari Resiko Keracunan Jajanan Sekolah dengan 8 Tips Ini!

Jenis jajanan yang dijual di lingkungan sekolah kini semakin bervariasi dan tak jelas tingkat kesehatannya. Seperti yang dilansir survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia pada 886 Sekolah Dasar (SD) di 30 kota di Indonesia, terbukti sebanyak 35% jajanan yang dijual di lingkungan sekolah termasuk makanan yang tidak layak konsumsi.

Tim Ahli Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Rachmat Sentika, SpA, dalam program “Aku Anak Sehat” bersama Tupperware beberapa waktu lalu, memaparkan kandungan zat yang terdapat dalam jajanan di sekolah-sekolah, yaitu formalin sebesar 27,3%, methanol yellow sebesar 10,2%, rhodamin 10.9% dan boraks sebanyak 56,7%.

“Penyalahgunaan zat aditif yang dimasukkan berlebih ke dalam jajanan itu sangat berbahaya. Hal ini memang tidak akan terlihat dalam jangka waktu dekat, namun dalam jangka waktu yang lama akan muncul kerusakan pada ginjal serta gangguan dalam tubuh anak,” papar Rachmat.

Pada kesempatan yang sama, Dra. Rose Mini, M.Psi, psikolog anak, mengimbau para orang tua dan guru untuk memberikan kesadaran serta edukasi tentang kandungan zat-zat berbahaya yang ada dalam jajanan sekolah. Hal itu, lanjutnya, diperlukan dalam menghadapi sifat anak yang cenderung tidak menghiraukan pola hidup sehat.

Terlebih kasus anak yang keracunan jajanan sekolah semakin marak terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Berikut tips bagi orang tua untuk melindungi anak dari resiko jajanan tak sehat, dilansir dari berbagai sumber:

  1. Sediakan bekal makanan yang sehat, lezat dan dikemas menarik agar anak lebih memilih memakan bekalnya daripada jajan.
  2. Beri uang jajan yang pas untuk anak anda, bila perlu beri pengertian padanya ia tidak diberi uang jajan karena sudah dibawakan bekal makanan yang sehat.
  3. Ajari anak kita bahaya makanan yang tidak sehat bagi tubuh kita
  4. Latih anak mengenali ciri-ciri jajanan yang tak sehat yakni yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Contohnya jajanan yang manis dan berwarna menyolok, seperti sirup merah atau oranye, permen, es, dan kue mengandung bahan pengawet dan pewarna yang berbahaya bagi tubuh.
    Orang tua perlu memberitahu anak bahwa tidak semua yang enak di lidah itu, berarti menyehatkan. Jika ini sulit baginya maka bujuk ia untuk lebih baik menghindari makanan tersebut daripada beresiko.
  5. Orang tua juga perlu mengecek kelayakan makanan yang dijual di kantin sekolah dan jajanan-jajanan di sekitar sekolah anak. Jangan lupa ajak juga para orang tua siswa lainnya dan bersama-sama pihak sekolah untuk memulai program kantin dan jajanan sehat.
  6. Latih anak hidup bersih dengan mencuci tanagn sebelum makan dan menghindari makan di tempat berdebu atau kotor.
  7. Ajari anak memilih jenis-jenis menu makanan yang sehat. Misalnya, pilih menu yang mengandung bahan sayuran atau buah
  8. Beri panduan ke anak cara memilih makanan yang sehat di pasar swalayan dengan melihat label informasi tanggal kadaluwarsa, kandungan bahan dan gizi, nomor pendaftaran resmi produk, dan memeriksa kualitas kemasan.

 

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *