Jumat , 26 Mei 2017
Home / Parenting / Ini Panduan Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Anak

Ini Panduan Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Anak

EDUPOST- Keharmonisan keluarga berawal dari komunikasi yang intensif antara orang tua dengan anak-anak mereka. Bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan anak? Berikut ini panduannya , seperti yang disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ambar Rahayu dan psikolog Anna Surti Ariani.

  1. Berbicara dengan nada dan bahasa tubuh yang menyenangkan
    “Dengan meluangkan waktu untuk berkomunikasi intensif diantara anggota keluarga, maka keharmonisan akan tercipta,” ujar Ambar, dilansir Antara.
    “Bicara sambil memandangi wajahnya, genggam tangannya dan peluk anak dengan erat. Syukuri betapa indahnya amanah Tuhan di dekapan kita,” jelasnya.
    Ia menyampaikan, kunci pokok dalam berkomunikasi dengan anak adalah mendengar supaya anak mau bicara.
    “Berbicara dengan anak dilakukan dengan menggunakan nada dan suara serta bahasa tubuh, mau mendengar, memahami, mengerti, dan menyelami emosi anak,” jelasnya.
  2. Dorong anak untuk bicara lebih banyak
    Biarkan anak mengungkapkan emosinya agar rasa percaya diri anak tumbuh serta merasa diperhatikan dan dihargai.
  3. “Agar komunikasi bisa lebih efektif, orang tua perlu meningkatkan kemampuan dan mencoba memahami perasaan anak sebagai lawan bicara,” ucapnya.
    Ia menjelaskan, caranya ialah dengan menerima dulu perasaan dan cerita anak terutama ketika ia sedang memiliki masalah, agar ia merasa nyaman dan mau melanjutkan pembicaraan dengan orang tua.
  4. Hindari gaya pengasuhan yang menghambat komunikasi dengan anak
    “Misalnya, orang tua yang suka membandingkan anaknya dengan anak orang lain, menghakimi anak,” ucapnya.
    Ia melanjutkan, komunikasi yang terhambat menyebabkan anak tidak mau menceritakan hal-hal yang dia alami. Dengan demikian, cerita-cerita baru pun tidak dapat tersampaikan.
  5. Saling berbagi cerita dan mendengarkan satu sama lain
    Menurut psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, melalui cerita-cerita akan terjalin komunikasi yang berkualitas sehingga keluarga dapat semakin dekat dan harmonis.
    “Anggota keluarga yang membuka diri secara mendalam dapat saling menghargai dan memahami lebih baik antara satu sama lain serta saling mendukung sebagai keluarga yang utuh,” lanjutnya.

(FG/UI)

 

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *